Moderator Facebook di Dublin Dipaksa Tetap Bekerja di Kantor

 Moderator Facebook yang bekerja sebagai kontraktor mandiri di Dublin, Irlandia menyebutkan mereka tetap harus bekerja di kantor meskipun negara menerapkan lockdown.

Para moderator yang bekerja dibawah kontraktor dari CPL ini mengatakan mereka dianggap sebagai pekerja inti karenanya tidak termasuk dalam pembatasan level 5 di Irlandia yang mengharuskan orang-orang bekerja dari rumah kecuali pekerjaannya mengharuskan mereka hadir secara langsung.

Awal pekan ini, Irlandia menjadi negara terbesar yang menerapkan lockdown untuk menahan lonjakan kasus penyebaran virus corona. Hingga hari Kamis, 23 Oktober 2020 lalu, negara tersebut telah memiliki lebih dari 54.000 kasus COVID-19 dan lebih dari 1.871 korban meninggal.

Dalam sebuah pernyataan, Facebook menyebutkan bahwa mitra kerjanya mulai membuka kembali kantor untuk para moderator konten dalam beberapa bulan terakhir. “Kami akan selalu fokus untuk menjaga bagaimana pekerjaan ini tetap bisa dilakukan dengan menjaga keamanan para pekerjanya.”

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Motion Sickness Saat Main Game

Para moderator yang dianggap lebih rentan tetap bisa bekerja dari rumah. Perusahaan juga menyebutkan timnya akan terus memastikan akan terus menerapkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang ketat. Perusahaan juga akan menginformasikan apabila ada kasus positif di kantor.

Facebook menerapkan penjarakan sosial dan pengurangan kapasitas di tempat kerjanya, pemeriksaan suhu, dan pemakaian masker wajib. Perusahaan juga melakukan pembersihan mendalam setiap hari.

Tetapi, dilansir dari The Guardian, para pekerja mengatakan ketika mereka diminta kembali ke kantor di Irlandia pada Juli, mereka diberi tahu bahwa kasus COVID-19 yang dikonfirmasi akan mengakibatkan penutupan kantor selama 72 jam. Nyatanya, kantor tetap buka, meski ada tiga kasus baru sejak akhir September lalu.

Pada bulan Mei, Facebook mengumumkan pengalihan kebijakan kerja jarak jauhnya untuk memungkinkan sebagian besar dari 48.000 karyawannya bekerja dari rumah secara permanen. Tetapi Facebook memiliki sekitar 15.000 pekerja kontrak yang dipekerjakan oleh perusahaan pihak ketiga, dan para pekerja tersebut tidak memenuhi syarat untuk sebagian besar manfaat yang diterima karyawan tetap perusahaan.

Baca juga: Facebook Minta Peneliti untuk Stop Kumpulkan Data Iklannya

Ini bukan pertama kalinya kontraktor perusahaan meminta moderator untuk bekerja di kantor selama pandemi. Awal bulan ini, The Verge melaporkan bahwa moderator Facebook di Austin, Texas yang dipekerjakan oleh kontraktor pihak ketiga Accenture juga dipaksa untuk kembali ke kantor di sana.

Moderator Facebook menghabiskan sebagian besar waktunya meninjau video grafis, status dan komentar yang mengandung kata-kata kebencian, dan materi yang tidak sesuai dengan aturan Facebook lainnya, dan banyak pekerja mendapatkan gangguan stres pascatrauma.

Pada bulan Mei, Facebook menyelesaikannya dengan memberikan anggaran sebesar USD 52 juta untuk kesehatan moderator (dan mantan moderator) karena pekerjaan tersebut ternyata berdampak buruk bagi kesehatan mental pekerjanya.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *