Rilis Game Cyberpunk 2077 Kembali Ditunda

Para gamer sepertinya harus berbesar hati. Game Cyberpunk 2077 yang sebelumnya diumumkan akan ditunda perilisannya ke November, tampaknya kali ini akan kembali mengalami penundaan.  

Baca Juga: Nintendo Switch Pro Disebut Bakal Usung Layar Mini LED

Awalnya, game ini direncanakan akan dirilis bulan April, tetapi perusahaan memutuskan untuk menundanya hingga September. Namun, pada Juni perusahaan mengumumkan akan menunda perilisan game ini hingga bulan November, yang kini kembali harus diundur. 

Dikutip dari Ubergizmo, pihak pengembang game telah mengumumkan melalui Twitter bahwa Cyberpunk 2077 akan ditunda perilisannya sekali lagi. Meskipun kembali mengalami penundaan, mereka menjanjikan ini tidak akan berlangsung terlalu lama.

Tersiar kabar jika game ini direncanakan akan dirilis Desember, yang kemungkinannya akan dirilis pada tanggal 10 Desember. Langkah penundaan perilisan ini sepertinya disebabkan perusahaan yang masih harus memastikan game berjalan lancar dan bisa bekerja dengan baik sebelum diluncurkan.

“Kemungkinan besar, ada banyak emosi dan pertanyaan di kepala Anda, jadi, pertama dan terpenting, terimalah permintaan maaf kami yang rendah hati. Sejak Cyberpunk 2077 berevolusi menjadi hampir menjadi judul generasi berikutnya, kami perlu memastikan semuanya bekerja dengan baik dan setiap versi berjalan dengan lancar,” demikian keterangan yang ditulis oleh pihak pengembang.

Fakta bahwa sebagian besar pengembang perusahaan bekerja dari rumah menjadi alasan di balik pengunduran rencana rilis Cyberpunk 2077. Hal ini menjadi bukti bahwa menguji game di berbagai platform yang direncanakan merupakan tantangan yang lebih besar bagi pengembang.

Baca Juga: Dibabat Pandemi, Garuda Menyerah dengan PHK 700 Karyawan

Meskipun bagi sebagian gamer penundaan ini menimbulkan kekecewaan karena game ini telah ditunggu-tunggu perilisannya, tetapi akan lebih baik jika game telah dipastikan benar-benar berjalan dengan baik sebelum dirilis ketimbang muncul banyak bug pada permainan akibat perilisan yang terburu-buru dan tidak dikaji ulang dengan baik. 

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *