Selena Gomez Singgung CEO Google untuk Hapus Iklan Hoax

 Bintang dunia Selena Gomez mengirimkan pesan lewat Instagram secara langsung kepada Sundar Pichai, CEO Google untuk menghentikan iklan disinformasi mengenai pemilu.

Gomez memposting isi pesannya lewat Instagram Story pada hari Selasa, 27 Oktober 2020 waktu setempat.

“Hai Sundar, meskipun kita belum pernah bertemu, saya baru mengetahui bahwa Google menghasilkan jutaan dolar dengan memasang iklan di situs web yang menyebarkan disinformasi mengenai pemilu kali ini. Saya berharap Anda juga mengetahui hal ini. Tolong segera matikan iklan ini, nasib negara kita bergantung pada ini,” tulisnya.

Gomez tidak menyinggung iklan tertentu di pesannya, namun pada bulan Agustus lalu Washington Post melaporkan bahwa Google menyetujui dan tidak akan menghapus iklan dari sebuah organisasi yang berhubungan dengan organisasi nirlaba konservatif.

Baca juga: Cara Menghilangkan Watermark TikTok Tanpa Aplikasi

Iklan ini mengandung informasi menyesatkan yang menyebabkan keraguan pada keamanan surat suara. Presiden Donald Trump berulang kali menyebutkan bahwa pemungutan suara dengan menggunakan surat suara rentan dimanipulasi.

Menurut Washington Post, iklan ini muncul pada situs yang terkait dengan pemungutan suara di beberapa negara bagian, seperti Florida, Michigan, dan Texas.

“Kebijakan kami adalah menghapus iklan dari artikel yang mempromosikan klaim palsu yang terbukti bisa merusak partisipasi dalam proses pemilihan,” kata juru bicara Google Christa Muldoon kepada Billboard.

Baca juga: 5 Tips Promosi Usaha Melalui Media Sosial

Selain itu, dia menyebutkan bahwa kebijakan Google mencakup larangan konten yang membuat klaim yang terbukti salah dan dapat merusak partisipasi atau kepercayaan dalam proses pemilu atau demokrasi, termasuk klaim palsu tentang keefektifan berbagai jenis pemungutan suara.

Awal pekan ini, Google mengumumkan akan bermitra dengan Associated Press untuk menyampaikan informasi otoritatif tentang hasil pemilu di penelusuran Google dan Google Assistant, serta akan melarang iklan politik di platformnya setelah pemungutan suara ditutup pada hari pemilu.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *