Indonesia Membutuhkan Teknologi 5G? Kenali Cara Kerjanya!

Foto: Security Roundtable

Generasi teknologi 5G adalah koneksi internet seluler generasi kelima yang sangat berbeda dengan jaringan teknologi sebelumnya.  Jaringan ini menjanjikan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan data yang jauh lebih cepat melalui spektrum radio yang lebih baik.

Selain itu, kapasitas jaringannya lebih besar dan memungkinkan lebih banyak perangkat untuk mengakses internet secara bersamaan. Koneksi yang disediakan 5G pun lebih stabil.

Dengan adanya koneksi ini, apapun yang Anda lakukan dengan smartphone, akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih baik.

Namun yang menariknya adalah kesempatan dan teknologi baru yang diadaptasi dengan menggunakan 5G ini yang dahulunya dianggap mustahil. Kemungkinan implementasi 5G sangat luas. Mulai dari kebutuhan komunikasi, pelayanan masyarakat hingga fasilitas pemerintah pun akan lebih berkembang dan modern.

Keberadaan jaringan teknologi ini akan membantu mengembangkan ekonomi digital, serta membuka peluang usaha yang lebih besar. Potensi yang disimpan oleh jaringan ini juga sangat besar.

Cara Kerja Jaringan 5G 

Jaringan 5G beroperasi menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi yang tinggi (millimeter wave). Kondisi ini membuat jaringan 5G membutuhkan lebih banyak antena berukuran kecil (small cell) di area yang lebih sempit dari jaringan 4G yang beroperasi dengan menggunakan menara telekomunikasi.

Operator pun harus merombak infrastruktur kabel optik mereka untuk dapat mendukung kapasitas tinggi di setiap small cell.

Salah satu penerapan yang dapat dilakukan adalah dengan membuat beberapa tiang telepon yang lebih kecil yang diletakkan lebih dekat dengan tanah untuk melakukan transmisi millimeter wave yang lebih tinggi.

Hal ini akan memungkinkan kepadatan penggunaan yang lebih tinggi.Implementasi ini akan memakan biaya yang tinggi dan tidak mudah. Karena sulitnya pengembangan ini, banyak negara yang masih sulit mengimplementasikan 5G, seperti Indonesia.

Baca juga: Dasar, Aplikasi Finansialku Emang Kampreeeeet!

Kecepatan Laju Jaringan 5G

Jaringan seluler 4G tercepat saat ini adalah sekitar 45 Megabit per detik walaupun ekspektasi industri adalah 1 Gigabit per detik.

Menurut penelitian yang dilakukan, kecepatan 5G dapat mencapai 10 hingga 20 kali lipat kecepatan yang ada saat ini.Contohnya, pengguna dapat mengunduh film dengan kualitas tinggi dalam waktu satu menit atau lebih dengan menggunakan jaringan 5G.

Selain streaming, pengguna juga dapat melakukan video call, atau bermain game seluler tanpa mengalami delay. Jaringan 5G diprediksi akan sangat berguna pada kendaraan swakemudi (self driving).

Pada kendaraan ini, jaringan 5G digunakan untuk berkomunikasi dan membaca peta dan data lalu lintas secara langsung.Selain itu, jaringan 5G juga akan mengurangi latensi pada aplikasi game seluler seperti pada jaringan generasi teknologi sebelumnya.

Aktivitas seluler seperti panggilan video pun akan lebih jelas dan tanpa penundaan.Perangkat kebugaran yang menggunakan jaringan 5G juga dapat secara langsung memantau kesehatan pengguna dan memberikan informasi kepada tenaga medis apabila terjadi keadaan darurat.

Perlombaan 5G di Dunia 

Memasuki tahun 2019, seluruh negara mulai berlomba meluncurkan layanan 5G. Namun sebagian besar negara tidak mungkin meluncurkan layanan 5G sebelum tahun 2020.

Namun, Ooredoo Qatar menyatakan telah meluncurkan layanan komersial serta Korea Selatan juga menargetkan peluncuran 5G tahun depan dengan 3 operator jaringan terbesarnya yang sepakat untuk memulai di waktu yang bersamaan.

Langkah operator seluler ini juga diikuti dengan vendor ponsel yang mulai memperkenalkan ponsel pintar berteknologi 5G.Tidak ketinggalan negara China telah secara resmi memperkenalkan jaringan teknologi 5G komersial pada bulan Juni 2019.

Terdapat 4 perusahaan pertama yang memperoleh lisensi tersebut, yaitu China Telecom, China Unicom, China Mobile dan China Broadcasting Network.

Di Indonesia, popularitas streaming video dan musik semakin meningkat. Kepadatan ini dapat menyebabkan layanan yang rusak dan lambat. Dengan adanya jaringan 5G, masalah tersebut dapat diselesaikan.

Baca juga: Percuma Gaji Gede, Kalau Baru Di-PHK, Keluarga Hampir Mati!

Selain itu, berdasarkan hasil riset Ericsson Consumer Lab tahun 2019, masyarakat menanti dan menunggu kehadiran jaringan 5G karena mereka membutuhkan internet yang cepat.Ericsson juga menyebutkan bahwa keberadaan generasi teknologi 5G terus ditunggu-tunggu dan teknologi tersebut dinilai dapat memberikan efisiensi dan pengalaman baru.

Menurut Jerry Soper, Head Ericsson Indonesia, masyarakat Indonesia telah menantikan kehadiran 5G. Menurutnya, lebih dari setengah pengguna ponsel pintar akan mengganti operatornya apabila 5G tidak diaktifkan.

Tidak hanya menguntungkan konsumen, implementasi 5G ini juga akan menguntungkan pihak operator. Operator akan mendapatkan tambahan pendapatan 30% dari peluang pasar yang mendukung 5G pada tahun 2026. 

Kendala Implementasi 5G di Indonesia 

Salah satu hal pertama yang menjadi kendala implementasi 5G di Indonesia adalah kurangnya potensi aplikasi (use case) di tanah air.

Hal ini menyebabkan kurangnya permintaan terhadap teknologi tersebut. Menurut Kristiono, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), permasalahan adopsi jaringan 5G di Indonesia bukanlah hanya soal aplikasi dan permintaan.

Di Indonesia, spektrum frekuensi yang terbatas tidak dapat mengimbangi banyaknya generasi teknologi di Indonesia, seperti 2G, 3G, 4G dan 4,9G. Implementasi di negara lain berbeda dengan di Indonesia.

Baca juga: Seribu Perak Sehari Bisa Bantu Kamu Cicil Rumah? Seriusan?

Di negara lain, umumnya, satu generasi akan dibuang agar frekuensinya dapat dipakai oleh generasi teknologi lain.Misalnya generasi teknologi 3G yang dibuang dan digantikan oleh 4G.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika, masih harus menyiapkan frekuensi yang dapat ditempati oleh 5G.Walaupun sebenarnya, 5G dapat menggunakan pita frekuensi 3,5 GHz dan 2,6 GHz namun kedua frekuensi tersebut telah ditempati.

Tidak hanya dari masalah spektrum frekuensi, permasalahan 5G juga terdapat pada ekosistem yang belum terbentuk. Saat ini, 5G baru dapat dinikmati oleh konsumen dan belum masuk ke ekosistem industri. 

Potensi 5G Harus Didukung 

Potensi 5G yang sangat luas tersebut tentu hanya dapat direalisasikan jika didukung dengan iklim, ekosistem serta regulasi yang tepat. Dengan dukungan yang tepat, jaringan teknologi ini akan memberikan banyak peluang bagi Indonesia.

Tentunya kemajuan teknologi ini nantinya bisa merogoh kocek cukup dalam kantong Anda. Oleh karena itu, Anda harus bisa merencanakan keuangan Anda dengan baik agar kondisi keuangan Anda dapat tetap terjaga.

Anda bisa membacanya di Finansialku dan kamu bisa menggunakan aplikasi perencana keuangannya. Aplikasi Finansialku ini bisa kamu download melalui Google Apps Store ataupun melalui Apps Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *