Vaksin COVID-19 Mundur Hingga Minggu ke-3 Desember

 Vaksin COVID-19 yang sebelumnya dikabarkan bakal dilaksanakan pada bulan November ini, harus mundur hingga minggu ke-3 bulan Desember mendatang. Pesan ini disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. Beliau menyampaikan keterangan ini di acara The 7th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources (SDSWR) yang dilangsungkan secara virtual pada 4 November silam.

“Kami akan melakukan vaksinasi di minggu ke-3 Desember. Saat ini, pemerintah tengah melakukan uji klinis fase ke-3 terhadap vaksin yang dikembangkan Sinovac dan Bio Farma di Bandung, Jawa Barat,” kata Luhut dilansir dari Antara.

“Saya rasa vaksinasi akan dilakukan pada sekitar 9 juta orang di wilayah spesifik yang kami percaya berkontribusi besar pada tingginya kasus COVID-19. Di Jakarta, misalnya,” tambahnya.

Baca Juga : Tak Bergantung Impor, Pemerintah Kebut Vaksin Merah Putih

Sebagai informasi tambahan, vaksin sendiri merupakan salah satu produk bioteknologi berupa bibit penyakit yang telah dilemahkan. Dengan masuknya bibit penyakit yang telah dilemahkan ini, sistem kekebalan tubuh manusia akan mengenali, mengingat, dan mencari upaya untuk melawan serta memusnahkannya. Sehingga, jika terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit tersebut secara riil, maka tubuh sudah bisa mengenalinya, dan dapat mengeluarkan senjata yang tepat untuk bertarung.

“Vaksin itu beda dengan obat. Vaksinasi diberikan kepada orang yang sehat. Jadi ketika akan divaksin kondisi orang tersebut dalam keadaan sehat,” ujar Rodman Tarigan selaku Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran UNPAD dikutip dari Kompas.

Rodman juga menambahkan bahwa selama uji coba, vaksin ini tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Adapun efek samping yang mayoritas dialami para relawan antara lain timbul nyeri di bekas suntikan, bengkak kemerahan, dan demam. Menurut Rodman, efek tersebut termasuk dalam kategori efek samping yang ringan.

“Sampai saat ini, so far so good, relawan semua dalam keadaan sehat tidak ada yang mengalami sakit berat yang sampai mengganggu aktivitas mereka,” tambahnya.

Baca Juga : Riset Terbaru Temukan ASI Dapat Cegah dan Obati COVID-19

(af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *