RUU Larangan Minuman Beralkohol, Mabukkan Saham Produsen Bir

Telaah - pasar saham turun karena minyak dan virus corona

Sejak beberapa hari lalu, Badan Legislasi DPR mulai membahas Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol. Para pengusul dari Fraksi PKS, Gerindra, dan PPP menyatakan aturan ini untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif akibat mengkonsumsi minuman beralkohol. Rencana ini telah berdampak pada pergerakan harga saham emiten minuman beralkohol.

Meski begitu, investor di pasar modal merespons negatif terhadap saham perusahaan produsen minumal beralkohol. Sehingga saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) dan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dalam dua hari terakhir bergerak di zona merah.

Saham Multi Bintang Indonesia ditutup turun hingga 2, 01% menjadi di harga Rp 8.550 per saham pada Jumat (13/11). Saham MLBI bahkan sempat turun 5, 44% di awal sesi menjadi di harga Rp 8.250 per saham. Investor memperdagangkan saham ini sebanyak 420, 4 ribu unit saham dengan total nilai transaksi Rp 3, 54 miliar.

Penurunan saham produsen minuman merek Bintang, Heineken, Green Sands, dan Strongbow ini sudah terjadi sejak perdagangan kemarin, sebesar …

Selengkapnya : RUU Larangan Minuman Beralkohol, Mabukkan Saham Produsen Bir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *