Risiko Pada Jantung, BPOM Cabut Izin Klorokuin Untuk Pengobatan Corona

PASOKAN CHLOROQUINE UNTUK TANGANI COVID-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut persetujuan klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk mengobati pasien virus corona. Ini lantaran dua obat tersebut berisiko terhadap gangguan ritme jantung.

Akhir 2020 lalu, BOM telah menerima laporan keamanan dua obat ini dari penelitian 4 bulan di tujuh rumah sakit yang ada di Indonesia. Dari 213 pasien yang mendapatkan obat malaria ini, 28, 2% mengalami gangguan ritme jantung seperti perpanjangan interval QT.

“Dengan demikian, obat yang mengandung hidroksiklorokuin dan klorokuin agar tidak digunakan lagi dalam pengobatan Covid-19, ” kata Kepala BPOM Penny Lukito pada konferensi pers, Kamis (19/11) dikutip dari Antara.

 

BPOM telah memantau obat tersebut bersama tim ahli serta membahasnya dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskulan Indonesia (Perki), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi …

Selengkapnya : Risiko Pada Jantung, BPOM Cabut Izin Klorokuin Untuk Pengobatan Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *