De-Stres, Aplikasi untuk Mencegah Bunuh Diri Buatan Unpad

 Tim dosen dari Universitas Padjadjaran membuat aplikasi De-Stres yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat stress dan depresi seseorang yang berusia lebih dari 17 tahun.

Ide ini dicetuskan seorang dosen Farmakoterapi Gangguan Syaraf dan Psikiatri dari Fakultas Farmasi, Irma Melyani Puspitasari dengan rekannya, Rano K. Sinuraya dan Witriani dari Fakultas Psikologi.

Irma menyebutkan ia terinspirasi karena melihat kondisi mahasiswa yang dinilai merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah dan gangguan mental yang tidak hanya mengganggu kondisi akademik, namun juga fisik.

Baca juga: Ingin Menulis Puisi? Pakai AI ‘Verse by Verse’ Aja!

Pada beberapa titik yang cukup parah, kondisi ini bisa-bisa berujung pada keputusan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Irma juga menyinggung banyaknya jumlah mahasiswa (atau masyarakat umum) yang memiliki gangguan kesehatan mental, namun tidak terdeteksi. Hal ini lah yang menyebabkan banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia.

Aplikasi De-Stres bisa digunakan berulang kali secara berkala untuk mengukur tingkat stress dan depresi yang dialami pengguna. Irma menyarankan untuk menggunakan aplikasi tersebut sebulan sekali.

“Hasil pengukurannya berfungsi untuk mencegah stress berkepanjangan yang bisa menyebabkan depresi,” kata Irma.

Baca juga: Apple Hentikan Update iOS untuk iPhone 6s, 6s Plus, dan SE

Pengguna akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan dengan alat ukur Perceived Stress Scale untuk menentukan apakah pengguna mengalami stress ringan, sedang, atau berat.

Jika mencapai kondisi stress berat, aplikasi akan menyarankan pengguna untuk mengatasi masalahnya, mulai dari membagikan masalahnya ke orang terdekat yang terpercaya, atau psikiater. Alat pengukur depresi De-Stres menggunakan alat kuisioner dengan metode Beck Depression Inventory.

Aplikasi De-Stres bisa diunduh secara gratis untuk pengguna smartphone Android lewat Play Store. Aplikasi ini juga sudah disetujui oleh Komite Etik Penelitian Universitas Padjadjaran.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *