Siap Lepas dari Xiaomi, POCO Mantap Jadi Brand Mandiri

Poco, sebuah perusahaan sub-brand Xiaomi kini kembali menegaskan bahwa mereka semakin siap untuk menjadi brand mandiri yang tidak lagi terikat dengan Xiaomi. Sebelumnya, hal itu telah disampaikan oleh Manu Kumar Jain selaku CEO Xiaomi India pada pertengahan Januari lalu. Kemarin Selasa (24/11), POCO merilis pernyataan resmi yang mengatakan akan “menjadi independen”.

Pernyataan tersebut diposting di Twitter melalui akun resmi POCO Global. Mereka juga mengungkap beberapa pencapaian, janji perusahaan, serta model yang akan diusungnya di masa depan.

Baca Juga : Apple Hentikan Update iOS untuk iPhone 6s, 6s Plus, dan SE

Menurut POCO, mereka telah memasuki lebih dari 35 pasar global dalam kurun waktu yang cukup cepat, yakni tiga tahun. Beberapa pasar itu termasuk India, Inggris, Spanyol, dan Italia. POCO juga menyebutkan ponsel pertamanya, POCO F1, yang mencapai lebih dari 2,2 juta pengiriman menurut data dari tim penjualan internal dan Canalys.

POCO juga menginformasikan bahwa mereka telah menjual lebih dari 6 juta ponsel POCO secara global. Angka ini mewakili jumlah total ponsel bermerek POCO yang terjual sejak 2018. Meskipun POCO tidak meluncurkan smartphone keduanya hingga awal tahun ini, tapi berita tersebut cukup fantastis. Setelah rilis POCO F1 pada tahun 2018, angka penjualan 6 juta memang masih terdengar kecil bagi para pesaing raksasa. Namun, ketahuilah jika ini merupakan pasar yang sangat kompetitif.

Selain pencapaian, POCO juga menegaskan kembali bahwa brand-nya memiliki “janji” utama yang digunakan perusahaan, yaitu :

  • Teknologi yang penting
  • Desain produk berbasis umpan balik
  • Selalu berkembang

Sekarang, secara resmi bahwa POCO telah mengungkapkan akan menjadi brand independen. Jika hal itu sudah benar-benar terwujud, tentunya semua penggemar gadget POCO berharap jika ponsel masa depan bukan re-branded ponsel Redmi, tapi produk yang dirancang asli oleh POCO. Selain itu, POCO juga diharapkan untuk mengembangkan produk lain seperti power bank, smartwatch, dll. 

Baca Juga : 300.000 Akun Spotify Jadi Korban Serangan Siber

(af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *