Pemerintah Kota Pasuruan Bakal Jadikan UMKM Sebagai Tonggak Pertumbuhan Ekonomi Kota Pasuruan Di Tahun 2021

Inspiring City Pasuruan,
DPRD Kota Pasuruan menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Nota
Keuangan Raperda APBD Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2021. Rapat tersebut diselenggarakan
pada
hari
Kamis pagi
tanggal
26 November 2020 bertempat
di
Gedung DPRD Kota Pasuruan
dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Penyampaian
Nota Keuangan Raperda APBD Kota Pasuruan disampaikan oleh Pjs.Wali Kota
Pasuruan.

Kegiatan
ini menjadi agenda rutin tahunan yang wajib dilaksanakan oleh Kepala Daerah
kepada DPRD dalam rangka akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan Pemerintah
Daerah
yang diatur oleh undang-undang. Tujuannya
untuk perbaikan penyelenggaraan Pemerintahan dan
pembangunan di Kota Pasuruan pada tahun berikutnya.

Rapat
paripurna tersebut
dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pasuruan, dihadiri oleh berbagai
unsur pemangku kepentingan
yakni Wakil
dan Anggota
DPRD Kota Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota, Dandim 0819 Pasuruan, Kepala
Pengadilan Negeri Pasuruan, Kajari Kota Pasuruan, Komandan Yon Zipur 10
Kostrad, Pj. Sekda Kota Pasuruan, dan Perangkat Daerah Kota Pasuruan.

Dalam paparannya Bapak Pjs. Wali Kota Bapak Dr. Ardo Sahak, SE,  MM menyampaikan bahwa Pembangunan
Kota Pasuruan Tahun 2021 mengambil tema “Pertumbuhan Ekonomi Melalui
Investasi dan Pemantapan Infrastruktur Untuk Pemerataan Pembangunan”.
Esensi dari tema pembangunan Kota Pasuruan tahun 2021 adalah pertumbuhan
ekonomi yang inklusif, sehingga pemerataan kesejahteraan dapat tercapai dengan
penjelasan sebagai berikut :

Pertama,
pertumbuhan ekonomi. Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di tahun 2021, Pemkot
Pasuruan akan memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha mikro dan kecil,
khususnya pada sektor ekonomi utama. Langkah ini dilakukan didasarkan pada
pertimbangan bahwa jumlah usaha mikro dan kecil di Kota Pasuruan cukup dominan
(hampir 93%). Selain itu, karakteristik usaha mikro dan kecil yang bersifat
padat karya, menjadikannya sebagai penyedia lapangan kerja terbesar (hampir
62%) di Kota Pasuruan.

Usaha
mikro dan kecil yang menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi adalah industri
mebel, industri logam, industri mamin, industri kerajinan dan industri
konveksi. Untuk itu, akan dilaksanakan program dan kegiatan terkait
pengembangan produk, pemasaran, hingga pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil.

Kedua,
investasi dan pemantapan infrastruktur. Kemudahan investasi dan ketersediaan
infrastruktur yang layak merupakan akselerator pertumbuhan ekonomi. Kemudahan
investasi diberikan dalam bentuk kepastian layanan perijinan, baik dalam
persyaratan, waktu, maupun biaya. Pengalihan seluruh perijinan ke BPMPTSP dan
pelayanan perijinan online merupakan upaya lainnya untuk memudahkan investor
dalam melakukan investasi. Selain itu, untuk memberikan kepastian investasi,
juga disusun rencana peruntukan ruang bagi aktivitas industri. Konektivitas
menjadi fokus utama dalam pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan
ekonomi, antara lain melalui pembangunan jalan lingkar utara, pengembangan
pelabuhan dan pelabuhan pendaratan ikan. Konektivitas ini akan ditunjang dengan
penyediaan perumahan beserta sarana prasarana 
dan utilitas pendukungnya secara layak. Terutama adalah perluasan
cakupan layanan air bersih, sanitasi (termasuk pengolahan sampah) dan
penerangan jalan.

Ketiga,
pemerataan pembangunan. Pemerataan pembangunan merupakan upaya untuk mengurangi
kesenjangan, baik dari perspektif kelompok pendapatan maupun wilayah.
Pengurangan kesenjangan antar kelompok pendapatan, utamanya dicapai melalui
program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.Sementara kesenjangan
wilayah, ditanggulangi melalui pengembangan wilayah dengan membuat pusat-pusat
pertumbuhan yang baru, yang didukung dengan konektivitas dan infrastruktur yang
layak. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *