Robot Buatan Honda Ini Bisa Jaga Anak Saat Menyeberang

 Menyeberang jalan merupakan hal yang tak mudah dilakukan bagi anak-anak. Maka dari itu, Honda Motor Corp membuat robot yang bisa membantu permasalahan ini. Ropot namanya, robot kecil yang bisa dipasang di tas anak-anak dan membantu mereka saat menyeberangi jalan.

Baca Juga: Cina Klaim Telah Buat Komputer yang Lebih Cepat dari Google

Ropot diciptakan seperti penjaga anak-anak yang membantu mereka menyebrang jalan. Saat dipasang dan digunakan, Ropot akan memberikan peringatan dalam bentuk getaran agar sang anak memperhatikan kondisi jalan ketika hendak menyeberang.

Cara kerja Ropot adalah dengan bergetar untuk memberi peringatan jika mendeteksi sang anak berada di persimpangan jalan. Ketika anak menyadari hal tersebut dan langsung menengok ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang, barulah Ropot berhenti bergetar.

Tak hanya itu, Ropot memiliki teknologi yang mirip dengan teknologi Blind Spot Monitoring yang ada pada mobil. Teknologi tersebut membuat Ropot bekerja jika terdeteksi ada kendaraan yang melaju di bagian titik buta atau bagian belakang tubuh sang anak sehingga Ropot akan memberi getaran tanda peringatan.

Selain membantu anak menyeberang jalan, Ropot juga merekam seluruh perjalanan yang dilalui oleh sang anak. Rute perjalanan yang dilalui juga terhubung langsung dengan perangkat ponsel orang tua melalui aplikasi khusus. Orang tua tidak perlu cemas jika ingin melatih kemandirian sang buah hati.

Tujuan awal diciptakannya Ropot ialah kondisi anak-anak yang masih belum begitu sigap dalam mengoordinasikan anggota tubuh dan mata mereka. Anak-anak yang masih berusia 5–9 tahun memiliki kedua bola mata yang belum sigap dalam koordinasi, menurut penelitian American Academy of Ophthalmology.

Menurut mereka pula, di usia seperti itu anak-anak kecil kerap memiliki rasa kebebasan yang tinggi sehingga merasa sudah memiliki informasi yang lengkap dalam bertindak. Salah satu perwakilan dari Honda Research and Development, Daisuke Kiryu, mengatakan bahwa anak-anak kecil tidak memiliki jangkauan pandangan seperti orang dewasa. Mereka hanya memiliki jangkauan pandangan dua per tiga dari jangkauan pandangan orang dewasa.

Terlebih, anak-anak kecil di Jepang sudah berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki sendirian. Tentu dengan keadaan koordinasi yang belum sigap dan jangkauan pandang yang terbatas membuat Honda berinisiatif membuat Ropot.

Baca Juga: Kaspersky Temukan Data Pribadi Dijual Mulai Rp 7.000

“Untuk menghindari potensi yang merugikan karena kondisi jalan, dibutuhkan pendekatan lain selain mendampingi anak-anak secara langsung,” ujar Daisuke Kiryu.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *