Pakai Cheat, Lebih dari 2 Juta Pemain Diblokir PUBG Mobile

 Pengembang PUBG Mobile selama event terbaru mereka, Festival Frost, dikabarkan melakukan tindakan tegas yakni pemblokiran massal terhadap beberapa akun.

Baca Juga: Wakanda Forever! Fortnite Hadirkan Karakter Black Panther

Festival yang dimulai pada 9 Desember ini menawarkan pengalaman bermain untuk menjelajahi peta battle royale bernuansa salju dan mengumpulkan kostum khusus, bernama “Wishing Treeman”, yang membuat pemain menjadi karakter pohon dengan rangkaian cahaya.

Pembaruan ini memang menyenangkan dan memberikan sensasi bermain yang lebih baru bagi para penggemar. Sayangnya, banyak pemain yang menggunakan cheat dan mod saat bermain PUBG Mobile tersebut.

Dilansir dari Gamerant, terdata bahwa ada 2.127.454 akun yang ditangguhkan secara permanen di laporan mingguan yang diterbitkan oleh PUBG Mobile di Twitter, pada tanggal 11 hingga 17 Desember.

Sebelumnya, PUBG Mobile pernah melakukan hal ini di antara tanggal 20 hingga 27 Agustus 2020 lalu, dengan melarang lebih dari dua juta pengguna. Tentu, tindakan memblokir pemain bukan pertama kalinya dilakukan secara tegas oleh PUBG Mobile kepada para pemain yang menyalahi aturan.

Game PUBG Mobile adalah salah satu game seluler yang menghasilkan lebih dari 1 miliar USD di tahun 2020. Game ini juga mendapat posisi teratas dibandingkan dengan game seluler terkenal lainnya, yakni Honor of Kings, Pokemon GO, Coin Master, dan Roblox, serta telah menghasilkan lebih dari 2,6 miliar USD.

Walau kesuksesannya membuat pundi-pundinya melimpah, yang dialami PUBG Mobile juga tidak berjalan semulus yang dilihat orang. Kasus dilarangnya game tersebut di India menjadi pembicaraan panas, terkait permasalahan privasi dan keamanan siber. Padahal, India menjadi salah satu negara dengan pemain PUBG Mobile terbanyak.

Baca Juga: Baru di UniPin: Isi UC Bebas Nominal, Top Up Game Jadi Mudah

Untungnya, PUBG Mobile mengumumkan akan kembali ke India dengan aplikasi yang sepenuhnya disesuaikan dengan kebijakan di India pada bulan November lalu.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *