TikTok Hapus Video Seruan Trump untuk Menyerbu Capitol

Foto: Solopos.com

Teknologi.id – Tiktok menghapus video Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait seruannya untuk menyerbu Capitol Hill. Kabar ini pertama kali diberitakan oleh TechCrunch.

“Ujaran kebencian dan kekerasan tak mendapat tempat di TikTok,” demikian pernyataan yang ditulis TikTok.

Donald Trump sendiri tidak memiliki akun TikTok, namun video seruannya banyak berseliweran dan dinilai melanggar aturan perusahaan asal China tersebut. Tak hanya video, TikTok juga melarang beberapa hashtag seperti #stormthecapitol dan #patriotparty yang berlalu-lalang di platformnya.

Bila hashtag itu dicari, maka yang keluar hanyalah tulisan yang menyebutkan hashtag tersebut berkaitan dengan kekerasan dan konten yang melanggar pedoman TikTok.

Baca Juga: Menyulut Kerusuhan, Twitter Kunci Akun Donald Trump

Tak hanya kali ini TikTok melarang hashtag untuk berada di aplikasinya, TikTok juga pernah melakukan hal serupa di bulan November ketika pemilu Presiden AS berlangsung.

“Konten atau akun yang berupaya menghasut, mengagung-agungkan, atau mempromosikan kekerasan, telah melanggar Aturan Komunitas kami dan akan kami┬áhapus,” berikut yang disampaikan TikTok dalam penjelasannya.

Meskipun begitu, TikTok masih tetap membiarkan video-video tentang pidato tanggapan yang berisi konfirmasi jika adanya berita bohong. Selain itu, video yang diunggah oleh media berita terpercaya juga diperbolehkan menempati platform tersebut.

Baca Juga: Resmi! Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia

TikTok bergabung dengan sosial media lain untuk membatasi kontennya mengenai kerusuhan yang terjadi pada hari Rabu. Sejumlah platform sosial media seperti Twitter, Facebook, dan YouTube juga turun tangan demi mengawasi konten-kontennya.

Sosial media dengan logo burung biru ini mengunci akun Donald Trump untuk sementara waktu, dan mengancam akan menguncinya secara permanen jika ia melanggar kebijakan Twitter lagi. Akun Twitter Donald Trump sendiri telah kembali pada Kamis malam.

Hal serupa juga dilakukan oleh Facebook. Facebook dilaporkan menghapus konten mengenai ajakan dan seruan untuk menyerbu Capitol, dan mengunci akun Presiden Amerika Serikat ke-45 tersebut.

(rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *