BPK: Risiko Salah Urus Keuangan Negara Lebih Tinggi saat Pandemi

Kode Etik BPK Perlu Diperketat.jpg

Pandemi Covid-19 membuat pemerintah harus menggelontorkan belanja negara dalam jumlah yang sangat besar dan cepat. Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyatakan risiko salah urus, penipuan, hingga korupsi memang lebih mudah terjadi saat bencana melanda seperti saat Pandemi Covid-19 saat ini. 

 “Karena saat ini terjadi kebingungan yang tiba-tiba. Ini meningkatkan risiko tidak tercapainya tujuan anggaran, ” ujar Agung,   dalam Webinar Internasional “Ensuring Transparency and Accountability in Covid-19 Pandemic: a Multi-Stakeholder Approach/Perspective”, Senin (11/1).

Untuk itu, menurut dia, audit BPK snagat dibutuhkan untuk menjaga agar tujuan anggaran ke depan berlangsung efektif.  Transparansi dan akuntabilitas adalah dua komponen utama tata kelola yang tidak boleh dikompromikan meski selama krisis. Semua pemangku kepentingan harus menyadari dan berusaha untuk mempromosikan nilai-nilai tersebut.

“BPK menyadari kondisi itu sehingga sedang melakukan audit komprehensif berbasis risiko, ” kata dia.

Audit …

Selengkapnya : BPK: Risiko Salah Urus Keuangan Negara Lebih Tinggi saat Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *