Inggris Sedang Mengembangkan Pesawat Ruang Angkasa Nuklir

Pesawat ruang angkasa Inggris diperkirakan dapat melakukan perjalanan ke Mars dalam setengah waktu yang dibutuhkan dengan menggunakan mesin penggerak nuklir yang dibangun oleh Rolls-Royce di bawah kesepakatan baru dengan Badan Antariksa Inggris.

Perusahaan kedirgantaraan tersebut berharap mesin bertenaga nuklir dapat membantu astronot mencapai Mars hanya dalam tiga hingga empat bulan. Hal tersebut dua kali lebih cepat dari mesin kimia paling kuat, dan dengan kecepatan itu dapat membuat eksplorasi ruang angkasa menjadi lebih maju di  beberapa dekade mendatang.

Pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir

Kemitraan antara Rolls-Royce dan Badan Antariksa Inggris akan mempertemukan para ilmuwan untuk mengeksplorasi bagaimana energi nuklir dapat digunakan untuk “merevolusi perjalanan ruang angkasa”, menurut pemerintah.

Dr Graham Turnock, kepala eksekutif Badan Antariksa Inggris, mengatakan penggunaan tenaga nuklir di luar angkasa adalah “konsep yang dapat mengubah segalanya dan dapat membuka misi luar angkasa di masa depan yang membawa kita ke Mars dan sekitarnya”.

“Studi ini akan membantu kita memahami potensi menarik dari pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir, dan apakah teknologi yang baru lahir ini dapat membantu kita melakukan perjalanan lebih jauh dan lebih cepat melalui ruang angkasa daripada sebelumnya,” katanya.

Baca juga : Cara Memaksimalkan Akun LinkedIn Supaya Dilirik Recruiters

Pemerintah berharap teknologi nuklir dapat mengubah perjalanan luar angkasa, dengan menyediakan energi yang berlimpah untuk menggerakkan pesawat ruang angkasa saat melakukan perjalanan jauh dari matahari.

Rolls-Royce telah menyediakan teknologi propulsi nuklir yang digunakan untuk menggerakkan armada kapal selam Royal Navy selama 60 tahun. Perusahaan tersebut berharap untuk membangun beberapa reaktor nuklir modular kecil di darat juga, untuk membantu memenuhi ekspektasi pertumbuhan Inggris dalam permintaan listrik.

Rencana Inggris untuk membangun pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir bukanlah yang pertama. Ilmuwan AS pertama kali menguji teknologi pesawat ruang angkasa nuklir di gurun Nevada pada 1950-an dan 1960-an, sebelum program itu dibatalkan pada 1971.

Baca juga : User WhatsApp Mulai Beralih ke Aplikasi Lain? Ini Buktinya

AS telah melakukan beberapa program luar angkasa bertenaga nuklir dalam beberapa dekade terakhir. Akhir tahun lalu, pemerintah AS mengeluarkan arahan kebijakan luar angkasa baru untuk memajukan pengembangan nuklir NASA.

Amanda Solloway, menteri sains Inggris, mengatakan tenaga nuklir “menghadirkan kemungkinan transformatif untuk eksplorasi ruang angkasa”, dan dapat membantu menciptakan lapangan kerja.

Studi dengan Rolls-Royce dapat membantu untuk “mendorong generasi astronot berikutnya ke luar angkasa lebih cepat sampai dan lebih lama berada di luar angkasa, secara signifikan meningkatkan pengetahuan kita tentang alam semesta”, katanya.

(mm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *