Prediksi Dewa Kipas Vs GM Irene, Lebih dari Duel Berhadiah

Deddy Corbuzier melalui postingan di Instagramnya
@mastercorbuzier, mengumumkan bahwa Dewa Kipas bersedia bertanding melawan
Grandmaster Irene Sukandar.

Sebelumnya, Deddy sempat menerima
sebuah surat terbuka dari Irene dan direspon dengan mengundangnya ke acara
podcast terkenal miliknya.

Dewa Kipas alias Pak Dadang sudah
lebih dulu datang ke podcast Deddy dan menjelaskan perihal polemik antara
dirinya, GothamChess dan Chess.com.

“Ini update dari saya, saya
sudah berhasil menghubungi Dewa Kipas atau Pak Dadang dan akan melakukan
tanding dengan Grandmaster Irene,”

“Pak Dadang sudah mengiyakan
datang ke podcast kita bermain catur, beliau sudah mengiyakan dan akan datang
Senin ke lokasi saya,” kata Deddy dalam video yang ia unggah.

Baca juga:Dewa Kipas Terima Tantangan Tanding, Warganet Heboh

“Irene sudah dapat izin,
jadi akan hadir dan akan datang bertanding dengan Dewa Kipas,” kata Deddy.

Dalam pertandingan Dewa Kipas vs
Irene, Deddy mengaku sudah menyiapkan fasilitas dan hadiah berupa uang Rp150
juta, kalah ataupun menang.

Pertandingan persahabatan itu
rencanannya akan digelar pada Senin, 22 Maret 2021. Menurut Deddy, pertandingan
itu akan membawa kembali nama catur di publik Indonesia.

Duel ini menyita perhatian banyak
pihak. Salah satunya adalah atlet dan pelatih catur nasional di Kemenpora, IM
Anjas Novita.

Peraih medali emas PON itu bahkan
memiliki prediksinya sendiri mengenai pemenang laga persahabatan ini.

Baca juga: GothamChess Siap Rematch dengan Dewa Kipas, ini Syaratnya

“Prediksi pertandingan
sebagai sesama pecatur profesional, saya mengunggulkan Irene,” ucap Anjas
dikutip dari Kumparan hari Minggu 21 Maret 2021.

Sebagai catatan, Irene Kharisma
Sukandar adalah pemain catur profesional Indonesia yang bergelar WGM alias
Woman Grandmaster (Grand Master Wanita).

Sebuah gelar yang tak mudah
diraih semua orang. FIDE rating Irene per Maret 2021 adalah 2413.

Pada tahun 2008, pecatur yang
saat ini berusia 28 tahun juga pernah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia
(MURI) sebagai Wanita Pertama Indonesia yang bergelar Grand Master Wanita.

Empat tahun berselang, Irene
pernah memenangi gelar Asian Women’s Chess Championship di Vietnam.

Pada 2015, peraih medali perak
SEA Games 2003 ini melaju ke Piala Dunia Wanita (Women’s World Championship),
menjadi pecatur Indonesia pertama yang berhasil ke fase tersebut.

Baca juga: Hari Senin, Dewa Kipas akan Melawan GM Irene, ini Hadiahnya

Sedangkan di pihak lawan, yaitu
Dewa Kipas alias Pak Dadang, ia pernah bergabung dengan Persatuan Catur Seluruh
Indonesia (PERCASI) dan menjuarai berbagai turnamen catur.

“Bapak saya pernah menjuarai
7 turnamen catur daerah. Tidak selalu juara 1, pernah juara 3, 7, hingga 13,”

“Kalau turnamen yang
diselenggarakan oleh kantor tempat ayah saya bekerja, itu (gelar juaranya)
sudah tak terhitung,” kata Ali Akbar, anak dari Dadang Subur.

Melihat kedua pecatur yang pernah
menjuarai ajang catur meskipun berbeda kompetisi, pertandingan ini lebih dari
sekadar pertandingan persahabatan.

Terutama adanya polemik terkait
Dewa Kipas vs GothamChess beberapa waktu lalu. Pertandingan ini bisa menjadi
pembuktian kehebatan Dewa Kipas ataupun pecatur profesional.

Warganet Indonesia pun bisa jadi
berubah pendapat setelah pertandingan berakhir. Yang pasti, siapapun yang
menang, pertandingan ini menarik untuk disaksikan.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *