Ini Mekanisme dan Cara Urus Tilang Elektronik

Foto: Tribun News

Teknologi.id – Ditlantas Polda Metro Jaya secara
resmi menerapkan teknologi tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law
Enforcement). Selain mobil, penindakan juga membidik para pengguna sepeda motor
sejak 1 Februari 2020 lalu.

Maka dari itu, berikut informasi terkait
mekanisme serta cara untuk urus tilang elektronik, hingga tahap bayar dendanya agar
kendaraan kamu tidak kena blokir.

Jenis Pelanggaran ETLE

CCTV nantinya akan mendeteksi secara
otomatis pelanggaran yang difokuskan pada setiap kendaraan. Untuk mobil, jenis
pelanggaran ETLE menyasar pengendara yang menggunakan ponsel saat menyetir,
tidak menggunakan sabuk keselamatan, pelanggaran marka dan rambu jalan,
menerobos lampu merah, melawan arus, dan lainnya.

Sementara untuk sepeda motor adalah
pelanggaran rambu dan marka, tidak menggunakan helm, bermain ponsel, dan
pemakaian pelat nomor palsu.

Verifikasi Identitas Kendaraan

Setelah pelanggaran lalu lintas
terekam kamera CCTV, polisi akan mengecek identitas kendaraan dari database
registrasi kendaraan bermotor, setidaknya 3 hari.

Baca juga: 10 Pelanggaran ini Kena Tilang Elektronik Pakai Kamera ETLE

Polisi mengirimkan surat konfirmasi

Setelah itu, petugas akan mengirim
surat konfirmasi yang mencantum nama pemilik kendaraan, foto atau bukti
pelanggaran, jenis pasal yang dilanggar, alamat pemilik dan jenis kendaraan,
serta masa berlaku kendaraan.

Dalam surat tersebut juga berisi
petunjuk untuk melakukan konfirmasi termasuk tanggal untuk konfirmasi tersebut.

Pemilik kendaraan mengonfirmasi
pelanggaran

Setelah surat konfirmasi diterima,
pemilik kendaraan wajib melakukan klarifikasi. Cara melakukan klarifikasi bisa
dilakukan secara manual ataupun online.

Cara pertama, pelanggar bisa langsung
mengunjungi posko atau giro ETLE di Subdit Gakkum Polda Metro Jaya. Untuk waktu
operasinya dari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 16.00 WIB. sedangkan Sabtu
dari pukul 8.00 – 14.00 WIB.

Adapun untuk online, Kamu bisa
melalui situs resmi ETLE, dengan memasukkan kode referensi pelanggaran dan
nomor polisi kendaraan.

Pelanggan diberi waktu 5 hari untuk
konfirmasi. Konfirmasi tersebut maksudnya adalah hak jawab bagi pemilik
kendaraan mengenai pelanggaran atas nama kendaraan yang dikenakan sanksi.

Pembayaran Denda Tilang Elektronik

Jika sudah melakukan salah satu
prosedur klarifikasi di atas, pelanggar akan mendapatkan surat tilang biru sebagai
bukti pelanggaran serta kode BRI virtual (BRIVA) untuk melakukan pembayaran
denda lewat Bank BRI.

Agar terhindar dari denda tilang
elektronik, berkendaralah sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *