Polsek Lekok Amankan Pengedar Obat Terlarang

Polresta Pasuruan – Polsek Lekok berhasil mengamankan ketiga tersangka pengedar obat terlarang Pil jenis Tryhexypenidil.

Penangkapan ketiga tersangka yang berprofesi sebagai nelayan itu bermula dari pengintaian anggota Reskrim Polsek Lekok Polres Pasuruan Kota, setelah mendapat informasi dari warga tentang adanya jual beli obat terlarang Pil jenis Tryhexypenidil.

Kapolsek Lekok mengungkapkan, penangkapan ketiga tersangka tersebut berkat informasi masyarakat yang resah dengan perilaku tersangka yang seringnya adanya jual beli obat terlarang di rumahnya.

“Awal mula anggota unit Reskrim Polsek Lekok mendapatkan informasi bahwa di Jl. semeru di timur pasar Lekok Kec Lekok Kab Pasuruan tepatnya di rumah tersangka S sering di jadikan tempat transaksi atau jual beli obat keras jenis pil Tryhexypenidil dan DEXTRO. Menanggapi informasi tersebut sekira jam 19.30 Wib anggota unit reskrim Polsek Lekok mendatangi rumah yang di maksud dan salah satu anggota Reskrim melakukan penyamaran untuk memastikan adanya jual beli obat terlarang, dan pada saat itu memang benar di dapati adanya jual beli obat terlarang. Sebagai tindak lanjut dari penyelidikan tersebut, kemudian anggota melakukan penggeledahan dan penangkapan ketiga tersangka” jelas Kapolsek Lekok

“Saat dilakukan penggeledahan, kami temukan obat terlarang pil jenis Tryhexypenidil dan Dextro serta barang bukti lainnya. Selanjutnya, barang bukti dan tersangka kami bawa ke Mapolsek Lekok untuk tindak lanjut,” ungkap AKP Miftaful

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan satu plastik klip warna bening yang berisi pil warna kuning dengan logo DMP yang berisi 9 butir dan 12 bungkus grenjeng rokok yang berisi pil putih dengan logo Y jumlah 61 butir serta uang hasil penjualan senilai Rp. 159.000,- (seratus lima puluh sembilan ribu rupiah).

Artikel Polsek Lekok Amankan Pengedar Obat Terlarang pertama kali tampil pada Polres Pasuruan Kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *