Tantangan Emisi Biodiesel

Tantangan Emisi Biodiesel

Persoalan emisi karbon menjadi pekerjaan rumah Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi yang telah ditetapkan Perjanjian Paris 2015. Pemerintah mulai mendorong penggunaan energi alternatif berupa bahan bakar nabati biodiesel yang dinilai lebih rendah emisi. Meski biodiesel menghasilkan emisi lebih sedikit, jejak karbon yang dihasilkan selama proses produksi dari hulu ke hilir perlu menjadi perhatian.

Kajian Traction Energy Asia menunjukkan, emisi bahan bakar yang digunakan untuk proses operasional pembukaan lahan berada di kisaran 10, 44 hingga 13, 48 kilogram karbon dioksida ekuivalen per ton TBS (kgCO2e/tTBS). Sementara limbah cair yang dihasilkan di pabrik pengolahan kelapa sawit berada di kisaran 373, 9 hingga 390 kilogram karbon dioksida equivalen per ton CPO (kgCO2e/tCPO). Pada proses ini dihasilkan 83 hingga 95 persen emisi di hulu biodiesel.

Kalkulasi The International Council on Clean Transportation (ICCT) mencatat emisi karbon monoksida (CO) yang dihasilkan biodiesel lebih rendah dari solar fosil. Solar menghasilkan emisi sebesar 0, 88 gram/km. SedangkanĀ  pada …

Selengkapnya : Tantangan Emisi Biodiesel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *