TV Digital Segera Diterapkan, Nasib TV Kabel Masih Aman

Foto: Republika

Teknologi.id – Pemerintah bersiap untuk mengganti dari TV analog ke
TV digital.  Namun kehadiran TV digital
tidak akan menyaingi jasa TV kabel atau TV berbayar.

Direktur Penyiaran Kementerian
Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Geryantika Kurnia jenis layanan dari
masing-masing televisi itu berbeda.

“Saya ingin meluruskan bahwa TV
digital itu bukan layanan streaming, bukan juga lewat satelit. TV digital itu
ya layanan TV biasa yang free to air, bisa diterima masyarakat luas,” kata Gery
dikutip dari Webinar Seluk Beluk Penyiaran di Indonesia, Kamis 01 April 2021.

Selain berbeda pada jenis
layanan, tentu pangsa pasar baik dari TV digital, TV kabel, atau pun TV yang
mengandalkan pancaran satelit pun juga berbeda.

Baca juga: Indonesia Belum Resmikan 5G, Jepang Sudah Rancang 6G

Sehingga sebenarnya para pelaku
di industri TV itu bisa saling melengkapi keberadannya dan tidak mengganggu antara
satu dengan yang lainnya.

“TV kabel atau yang berbayar itu
ada pangsa pasarnya sendiri, begitu pun yang satelit. Mereka justru akan saling
melengkapi dengan adanya layanan free to air ini,” kata Gery.

Rencananya pada 2 November 2022
merupakan target Indonesia dapat sepenuhnya bermigrasi dari siaran TV analog ke
TV digital atau dikenal dengan istilah Analog Switch Off (ASO).

Migrasi itu dilakukan agar
terjadi efisiensi frekuensi yang memungkinkan semakin banyak kelahiran
stasiun-stasiun TV baru.

Baca juga: WhatsApp, Kominfo, dan ICT Watch Kampanye Literasi Digital

Gery menyebutkan beberapa
keuntungan yang didapatkan masyarakat dari layanan televisi digital di
antaranya mendapatkan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih.

Selain itu juga mendapatkan lebih
banyak pilihan tontonan yang lebih tersegmentasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut Menteri Kominfo, Johnny
G. Plate melalui migrasi ke televisi digital, para penyelenggara siaran harus
melakukan berbagi infrastruktur dalam multipleksing.

Sehingga, satu kanal frekuensi
dapat menyiarkan hingga sepuluh program secara bersamaan.

Lantas, apabila TV analog
dihentikan, apakah masyarakat pengguna televisi biasa seperti televisi tabung
masih dapat menerima siaran televisi?

Baca juga: Kominfo Wajibkan Siaran TV Analog Disetop 2 November 2022

Terkait dengan hal tersebut, Gery
menjelaskan, nantinya siaran dari TV digital masih bisa ditayangkan di TV
analog produksi lama.

Akan tetapi, diperlukan alat
khusus untuk membuat TV analog dapat menayangkan siaran TV digital.

“TV digital tetap bisa
ditayangkan di TV analog produksi lama seperti TV tabung. Hanya saja,
memerlukan dekoder untuk mengubah sinyal digital yang diterima antena menjadi
sinyal analog yang ditampilkan di TV analog,” ucap Gery dikutip dari Kompas
hari Kamis 01 April 2021.

Gery menyebutkan, alat berupa
dekoder yang membuat TV analog dapat menayangkan siaran TV digital disebut
dengan set top box (STB).

Harga STB dekoder saat ini di
situs jual beli online dibanderol sekitar Rp200.000. Pemerintah berharap ke
depan harga dekoder set top box juga akan semakin terjangkau hingga kisaran
hanya Rp100.000 per unitnya.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *