10 Pertanyaan Keuangan yang Perlu Ditanyakan Saat Pacaran

Foto : Koinworks

Pertanyaan Keuangan Saat Pacaran: Antara Gengsi dan Khawatir

Hal keuangan seringkali menjadi topik
yang sensitif dan tabu untuk dibicarakan saat berpacaran. Tak jarang
menjadi sumber pertengkaran.

Hal ini sering terjadi ketika kencan, siapa yang harus membayar?

Padahal keuangan melibatkan hampir
seluruh aspek kehidupan kita. Ketidakterbukaan pola pikir dan masalah
keuangan sejak masa berpacaran seringkali akan terus berlanjut ke fase
pernikahan.
 

Pada survei bertajuk “Money Habit and Confession Survey” yang melibatkan 1000 orang di Amerika, terungkap bahwa keuangan adalah sumber utama “perang dingin” antara suami istri.

Pertengkaran karena uang menduduki peringkat teratas sebagai pemicu keretakan hubungan. Salah satu alasannya karena masalah ini tidak pernah tuntas dibicarakan dengan pasangan.

Pada survei yang sama juga terungkap
bahwa 32% responden mengaku tidak tahu berapa gaji pasangannya, 4%
responden mengatakan mereka menyembunyikan angka penghasilannya.

Belum lagi permasalahan mengenai
utang, jika salah satu pihak memiliki utang yang lebih besar, diskusi
tersebut biasanya akan berujung pada aksi saling menyalahkan.

Lebih parah lagi jika ternyata pasangan diam-diam mengagungkan harta bersama sebagai jaminan utang.

[Baca Juga: 5 Tips Pacaran Hemat yang Gak Bikin Kantong Jebol]

 

Oleh karena itu, sebelum memutuskan
untuk komitmen ke jenjang pernikahan, ada baiknya kita meluangkan waktu
untuk berkomunikasi secara terbuka dan dewasa dengan calon pasangan
kita.

Manfaatnya kita akan lebih memahami pasangan secara luar dalam terhadap uang.

Seperti mampu memahami kondisi keuangan pasangan, pengalaman buruk mengenai keuangan, pandangan keluarganya mengenai keuangan, prioritas keuangan.

Selain itu, kita juga bisa memahami
kebiasaan dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi keuangan, sumber
pendapatan, kemampuan mengelola keuangan, tujuan keuangan yang ingin
dicapai. 

Oleh karena itu, mari kita cek beberapa daftar pertanyaan keuangan saat pacaran yang dapat ditanyakan pada pasangan kamu:

#1 “Bagaimana Cara Keluargamu Mengelola Keuangan Untuk Membesarkanmu?”

Keluarga merupakan wadah pendidikan
pertama dalam kehidupan seseorang. Pendidikan dan pengalaman keuangan
sejak kecil akan terbawa dan mempengaruhi gaya keuangan orang tersebut
saat dewasa.

Apalagi jika suatu hari kalian menikah, maka kamu juga akan menikahi keluarganya.

Kondisi keuangan keluarga pasangan akan mempengaruhi kondisi keuangan rumah tangga.

Pernah dengar tentang sandwich generation? Seseorang dengan kondisi sandwich generation perlu menanggung secara finansial kehidupan generasi di atasnya (orang tua) dan generasi di bawahnya (anak).

Dengan demikian, orang tersebut dengan penghasilannya harus menanggung biaya hidup tiga generasi.

Jika kita tahu bahwa pasangan kita memiliki indikasi sandwich generation, maka kita dapat se-dini mungkin membuat perencanaan keuangan untuk mencegah risiko ini.

Ide
lain pertanyaan: Apa cara orang tuamu mengelola keuangan yang menjadi
contoh yang baik bagimu? Atau pernahkah mereka melakukan kesalahan
keuangan yang kamu ingin cegah untuk mengulanginya?

 

#2 “Apakah Kamu Suka Menabung (saving) atau Menghabiskan (spender)?”

Ketika kita mengenali gaya keuangan dari pasangan, kita akan lebih bisa menemukan sisi positif dari satu sama lain.

Kenali bagaimana cara dia dalam
menentukan kebutuhan dan keinginannya, menentukan prioritas pengeluaran,
dan mengatur gengsi dan gaya hidupnya.

Ide
lain pertanyaan: Kalau kamu nggak sengaja tiba-tiba dapat hadiah
Rp1.000.000, maka apa yang akan kamu lakukan dengan uang tersebut?

 

#3 “Apa Yang Lebih Kamu Hargai: Barang Yang Bisa Disimpan Atau Pengalaman Untuk Diingat?

Tidak ada jawaban benar dan salah untuk pertanyaan ini.

Tetapi dengan mendiskusikannya, kamu akan lebih memahami preferensi dari pasangan dan membantu dalam membuat prioritas.

Ide
lain pertanyaan: Kalau kamu hanya boleh pilih salah satu, pilih mana
antara beli mobil baru atau jalan-jalan ke luar negeri selama satu
bulan? Kenapa?

 

#4 “Menurutmu Apa Sih Maksudnya “Krisis Keuangan”?

Setiap orang punya standar dan daya tahan yang berbeda-beda terhadap suatu permasalahan.

Coba gali meski hal-hal kecil
sekalipun seputar permasalahan keuangan yang dampaknya bisa jadi akan
mengusik kehidupan sehari-hari. 

Buat sebagian orang, permasalahan
keuangan adalah kalau tanggal tua saldo tabungan sudah menipis,
akibatnya semangat kerja menurun.

[Baca Juga: 5 Tempat Ini Ternyata Bisa Dipakai Untuk Pacaran Romantis!]

 

Tetapi buat sebagian orang yang lain mungkin kalau mendekati tanggal jatuh tempo kartu kredit.

Ide
lain pertanyaan: Apa yang akan kamu rasakan jika… melihat tagihan kartu
kredit membengkak… kena denda karena terlewat tanggal untuk bayar
tagihan… atau ada teman kamu yang enggak balikin pinjaman uang, dst?

 

#5 “Apakah Kamu Saat Ini Punya Hutang Tertentu?”

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sensitif untuk ditanyakan, tetapi justru lebih baik dilakukan pada masa pacaran.

Karena jika kalian menikah dan tidak
membuat perjanjian pisah harta, maka kamu tidak hanya menikahi
pasanganmu tetapi kamu juga akan menikahi rekening pasanganmu.

Dengan komunikasi yang jujur dan terbuka maka kamu dan pasangan bisa menjadi partner dan tim terbaik untuk bisa sukses secara keuangan.

 

Karena komunikasi yang jujur dan terbuka akan menumbuhkan rasa saling percaya dan kedewasaan dalam hubungan.

Jika permasalahan keuangan sulit untuk
kalian hadapi berdua, maka Sobat Finansialku dan pasangan bisa datang
dan berkonsultasi pada perencana keuangan

Konsultasi dengan para perencana keuangan bisa dilakukan tanpa melalui proses yang berbelit.

Sobat Finansialku bisa menghubungi saya atau perencana keuangan Finansialku lainnya melalui aplikasi Finansialku, caranya:

  1. Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau Apple App Store.
  2. Gunakan menu Konsultasi Keuangan

 

#6 “Jika
Pasanganmu Punya Utang Atau Riwayat Utang Di Lembaga Keuangan: Apakah
Kamu Tahu Status Kolektabilitas Kreditmu (credit scoring)?”

Jika pasanganmu meminjam uang di bank atau multifinance, maka riwayat kelancaran pembayaran kreditnya akan tercatat di Bank Indonesia, yang biasa dikenal dengan istilah BI checking.

Jadi setiap tunggakan atau
keterlambatan pembayaran hutang akan mempengaruhi kolektabilitas dan
pengajuan kredit di kemudian hari.

Kamu bisa mendapatkan informasi
mengenai status kolektabilitas sobat Finansialku dan pasangan  melalui
laporan penagihan pinjaman (billing statement) setiap bulannya.

Sobat Finansialku juga bisa menanyakan langsung pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Sayangnya, saat ini belum ada sistem credit scoring yang handal untuk industri pinjaman online yang saat ini sedang marak di Indonesia.

Meski terlihat kecil dan sensitif, credit scoring perlu ditanyakan jika saat ini kalian sedang berpacaran secara serius.

Pada saat berumah tangga kalian perlu
punya tempat tinggal, dan karena keterbatasan dana di kemudian hari bisa
saja kalian perlu mengajukan KPR pada bank.

Pada saat pengajuan KPR, bank akan menganalisa credit scoring untuk menentukan apakah pengajuan KPR dapat diterima atau tidak.

Jika saat ini credit scoring
kamu dan pasangan tidak baik, maka kalian punya cukup waktu untuk
membersihkan reputasi kredit kalian dan buat perencanaan keuangan agar
keuangan kalian bisa lebih baik lagi.

Ide lain pertanyaan: Ada enggak riwayat kredit kamu yang bisa mengganggu untuk kamu beli mobil atau rumah suatu hari nanti?

 

#7 “Apakah Kita Sebaiknya Punya Satu Rekening Gabungan Atau Rekening Terpisah?”

Dari pertanyaan ini, hal yang penting
adalah membantu mengenali gaya keuangan masing-masing dan menemukan
metode yang terbaik untuk bagi pasangan untuk mengelola keuangan.

Karena setiap orang memiliki gaya masing-masing dalam mengelola keuangannya.

Memiliki rekening yang terpisah adalah
cara praktis untuk membagi tanggung jawab finansial dan pada saat
bersamaan tetap menjaga kebebasan pribadi.

Akan tetapi banyak pasangan juga yang
setuju dengan penggabungan rekening, karena dapat membantu mereka dalam
mengendalikan kebiasaan untuk menggunakan uang.

Ide
lain pertanyaan: Apakah kamu bisa untuk berdiskusi secara baik dan
sering untuk jika rekening kita digabungkan? Atau kamu lebih suka dibuat
secara terpisah?

[Baca Juga: 5 Manfaat dan Tujuan Pacaran Untuk Kesehatan dan Mental]

 

#8 “Apa Yang Kamu Anggap Sebagai Sebuah “Keputusan Finansial Yang Besar”?”

Salah satu kunci untuk punya kehidupan
keuangan yang bahagia adalah berjanji untuk membuat keputusan finansial
yang besar secara bersama-sama.

Meskipun kedengarannya bagus secara teori, tetapi hal ini perlu ditelusuri lebih detail.

Contoh: Salah satu dari kalian mungkin
menganggap perangkat kamera sebagai pembelian besar-besaran, sementara
yang lain mungkin berpikir bahwa hal itu tidak termasuk ‘hal besar’.

Ide lain untuk pertanyaan: Berapa jumlah rupiah yang menurut kamu merupakan pengeluaran “besar”?

 

#9 “Seberapa Tertarik Kamu Dalam Pengelolaan Uang?”

Jika angka bukan perhatian kamu atau pasanganmu, ada baiknya disebutkan sejak masa pacaran.

Jangan berkomitmen untuk sesuatu yang tidak bisa ditindak lanjuti.

Jika kamu tidak disiplin membayar
tagihan tepat waktu dan berinvestasi dengan bijak, tanyakan kesediaan
pasanganmu untuk mengambil peran utama.

Ide lain pertanyaan: Sudah pernah buat pencatatan dan perencanaan keuangan?

 

#10 “Apa Tujuan Keuangan Kamu?”

Setiap orang, baik mereka dalam suatu hubungan atau lajang, perlu meluangkan waktu untuk mengatur tujuan keuangan.

Menetapkan tujuan jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang yang disepakati bersama dengan pasangan
akan membantu kalian untuk semakin bijak dalam membuat keputusan
keuangan.

Pastikan tujuan keuangan kalian realistis dan fleksibel.

Ide lain pertanyaan: Kamu ingin menjadi seperti apa dalam dua, sepuluh, dan dua puluh tahun dari sekarang?

4 Tips Untuk Memulai Diskusi

Karena keuangan merupakan topik yang
cukup sensitif untuk dibicarakan, jadi perlu mengatur strategi dalam
memulai diskusi dan bertanya.

Agar tidak menimbulkan pertengkaran
berlebihan dan meretakkan hubungan kalian, berikut ini tips yang bisa
kamu coba untuk memulai diskusi dan bertanya:

  • Cari timing waktu dan tempat yang privat untuk ngobrol berdua.
  • Cari timing waktu di mana dia sedang relax, kenyang, dan enggak ngantuk.
  • Letakkan gadget dan hal lain yang bisa mengalihkan perhatian.
  • Bicara dengan santai, tanpa menghakimi, ataupun berusaha menggurui.
  • Jangan lupa berikan apresiasi dan validasi untuk hal-hal positif yang telah dilakukan dalam aspek keuangan masing-masing.

Itulah tips pertanyaan keuangan saat pacaran yang harus kamu tanyakan pada pasanganmu.

Sesuaikan setiap pertanyaan tersebut dengan kepribadian dan gaya berpacaran kalian, ya!

Semoga tips ini dapat membantu sobat Finansialku dan pasangan untuk punya masa depan keuangan kalian yang lebih baik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *