Tutup Bisnis Smartphone, Ini Kata LG Terkait Konsumen RI

 Raksasa elektronik asal Korea Selatan, LG resmi menutup bisnis smartphone mereka lantaran anak usaha perusahaan yang bergerak di bidang smartphone terus merugi.

Head Of Marketing Communications LG Electronic Indonesia, Jae Hyoung Lee alias Jamie enggan secara tegas menjelaskan nasib konsumen smartphone LG di Indonesia. Ia hanya mengungkapkan jika pelayanan kepada konsumen akan berjalan seperti biasa.

“Setahu saya pelayanan kepada konsumen (servis dan sparepart) masih tetap seperti biasa,” ujar Jamie dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Smartphone Android Kini Bisa Kirim Pesan Otomatis

Kata LG dalam keterangan resmi

Meski demikian, berdasarkan situs Korea Selatannya, LG mengatakan akan menyediakan dukungan layanan dan update software untuk pengguna ponsel LG yang ada saat ini. Update ini akan tersedia dalam periode waktu tertentu dan bergantung pada wilayah pengguna.

Untuk sistem operasi, LG tetap akan menggulirkan update Android 11 untuk model-model yang sudah diumumkan sebelumnya. Hingga saat ini LG baru memberikan update Android 11 ke sejumlah ponsel termasuk Velvet, V60 ThinQ, dan G7 One.

Ponsel lain yang diperkirakan akan mendapatkan update Android versi terbaru antara lain G8X, G8S, Velvet 4G, Wing, K52 dan K42, seperti dilansir dari XDA Developers, Rabu (7/4/2021).

Divisi smartphone LG merugi

Divisi smartphone LG dilaporkan telah mencatat kerugian selama hampir 6 tahun dengan total sekitar US$ 4,5 miliar atau Rp 65,3 triliun (kurs Rp14.524,75).

Dengan menutup bisnis smartphone, LG mengklaim bisa lebih fokus berkembang pada area yang punya potensi tumbuh di masa depan, seperti komponen kendaraan listrik hingga rumah pintar.

LG menyatakan ponsel yang saat ini ada di pasaran tetap akan dijual, tapi tidak akan ada ponsel model baru.

Baca juga: Cara Kendalikan Smartphone Melalui Laptop/Komputer

Informasi resmi perihal penutupan bisnis ini menjadikan LG sebagai perusahaan besar pertama yang benar-benar menutup bisnis smartphone mereka dari pasar.

Selain LG, ada beberapa vendor ponsel yang menyerah. Namun mereka memilih mengalihkan divisi smartphone mereka kepada pihak ketiga.

Seperti Nokia yang menyerahkan bisnis mereka ke HMD, Blackberry ke TCL, dan tahun ini diserahkan lagi ke OnwardMobility. Kemudian, Motorola yang sempat berpindah tangan ke Lenovo.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *