52 Karyawan Pertamina Balongan Diperiksa Polisi

 

BeritaNasional.ID, Jakarta – Hingga hari Kamis kemarin, (08/04), Polri sudah meminta keterangan terhadap 52 karyawan PT Pertamina, terkait kasus terbakarnya empat tangki penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, pada hari Senin (29/3/2021), sekitar pukul 00.45 WIB dini hari.

Kerja keras Polri itu, untuk menjawab sejumlah misteri tanda tanya dari sejumlah lapisan masyarakat didalam, maupun diluar negri. Atas meledak dan terbakarnya empat tangki T-301, -301G , T301-F, dan T-301E, karena Petir, apakah karena pipa minyak ada yang bocor, atau ada indikasi untuk menghilangkan jejak korupsi…?
Kabareskrim Polri.

Komjen Pol Agus Andrianto, dalam kunjungan kerjanya di kilang Pertamina Balongan, Rabu (7/4/2021) mengatakan bahwa, Polri baru melakukan Penyelidikan, melibatkan pusat laboratorium forensik (Puslabfor) dalam kasus ini, sejak hari Sabtu (3/4/2021), setelah api di empat tangki yang terbakar itu padam.

Dalam peristiwa ini, Menurut Komjen Pol Agus Andrianto, pihak Pertamina tidak membuat laporan polisi model A, sehingga polisi sendiri yang membuat laporan hasil temuan penyidik dilapangan. Untuk sementara pihak Polres Indramayu dan Polda Jawa Barat, baru memeriksa 52 orang saksi dari karyawan Pertamina Balongan.

” Proses pemeriksaan Saksi-saksi masih akan terus berlanjut, agar penyebab kebakaran empat tangki dikilang minyak Pertamina Balongan dapat terungkap dengan jelas, apakah ada unsur kesengajaan atau unsur kelalaian,” ujar Kabareskrim Polri. Komjen Pol Agus Andrianto.

Menurut Plt Kasie Penyelamatan dan Evakuasi Pemadam Kebakaran Indramayu, Suyanto. Dari rellis Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu. Akibat dari peristiwa ledakan empat tangki BBM Balongan itu, Tiga orang dilaporkan hilang, lima orang mengalami luka berat, dan 15 orang mengalami luka ringan.

Tim TRC – BPBD Kabupaten Indramayu, dalam laporannya juga menjelaskan, efek dari ledakan terbakarnya empat tangki T-301, -301G , T301-F, dan T-301E pada hari Senin (29/3/ 2021), sekitar pukul 00.45 WIB dini hari itu, sebanyak 912 Orang diungsikan di tiga titik lokasi pengungsian, yakni di GOR Kompleks Perum Pertamina Bumi Patra (200 pengungsi), Pendopo Kantor Bupati Indramayu (300 pengungsi), dan Gedung Islamic Center Indrayu (392 pengungsi).

Menurut Suyanto. Mereka terpaksa diungsikan, karena rumah penduduk di lima desa, yang letak-nya disekitar tangki BBM Pertamina balongan banyak yang rusak, terkena dampak dari ledakan tangki yang terbakar itu, meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung.

“Prediksi kerugian Pertamina, akibat terbakarnya empat tangki penyimpanan BBM di tangki T-301, -301G, T301-F, dan T-301E, di Kilang Balongan itu, menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa diperkirakan mencapai 400.000 kilo liter (KL) dalam pemberhentian produksinya dalam per hari. Diduga, untuk menutupi kebutuhan dalam negeri, Pertamina harus melakukan impor,”ujar Fabby .

Namun, Pendapat Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa itu dibantah oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan bahwa, kilang minyak di Balongan memiliki sebanyak 72 tangki, dengan total kapasitas 1,35 juta kilo liter (KL). Dalam insiden tersebut diketahui ada 4 tangki yang terbakar. “Total tangki yang terbakar itu memiliki kapasitas 100 ribu KL, per tangki. ” Untuk menutupi kebutuhan BBM dalam negeri masih cukup aman,” ujar Nicke Widyawati.

Sementara itu, Gubernur Jawabarat, Ridwan Kamil mengatakan, Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan itu sudah mulai terkendali, namun demikian belum diketahui secara detail, berapa kapasitas isi pada setiap tangki premium tersebut. Namun, menurut Gubernur Jabar itu, kilang minyak yang dibangun pada 1993 tersebut, memiliki kapasitas minyak mentah 125.000 barel per hari, untuk per tangki BBM.

Menurut Corporate Secretary Subholding Refining and Petrochemical Pertamina Ifky Sukarya menyebutkan, bahwa kebakaran itu diduga akibat sambaran petir, yang mengiringi hujan deras pada hari Senin dinihari itu. Sehingga menimbulkan ledakan dan percikan api membakar tangki di kilang RU VI Balongan.

Lain halnya menurut Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Difiri mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi awal penyebab kebakaran kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat itu, diduga karena kebocoran pipa tangki minyak. Sering adanya masyarakat mencium bau seperti bensin yang menyengat, sebelum peristiwa kebakaran itu terjadi.

Sehubungan dengan insiden terbakarnya empat tangki BBM di Balongan Indramayu itu, Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemicalm PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengatakan, PT Pertamina akan mendukung penyelidikan yang dilakukan polisi. “Tentunya kita harus support dalam rangka tugas dari kepolisian,” ujar dia kepada wartawan di PT Pertamina RU VI Balongan, Rabu (7/4/2021). (Djohan Chaniago).

The post 52 Karyawan Pertamina Balongan Diperiksa Polisi appeared first on Berita Nasional Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *