Tips Menggunakan Watermark Tanpa Mengurangi Estetika Gambar

Foto: 10Wallpaper

Teknologi.id – Watermark adalah logo, teks, atau
pola yang sengaja ditambahkan untuk melindungi karya cipta dan sebagai media
branding. Jika karya tersebut dipublikasikan ke khalayak umum, kamu tentunya
harus mencatumkan watermark sebagai identias darimana gambar tersebut berasal.

Orang yang melihat karyamu akan
dengan mudah mengetahui bahwa karya tersebut adalah milikmu ketika melihat
watermark. Penggunaan watermark juga tentunya memudahkan
orang atau brand yang ingin menggunakan karyamu untuk menghubungimu.
Sehingga, karyamu terhindar dari penggunaan yang tidak bertanggung jawab.

Namun seringkali hadirnya watermark
justru mengurangi estetika dari gambar buatanmu. Maka dari itu, berikut tips penggunaan
watermark tanpa mengurangi estetika dari gambar.

Pilih Posisi Watermark dengan Tepat

Kamu perlu menempatkan watermark dengan
hati-hati agar dapat melindungi karyamu tanpa mengurangi keindahan dari karya
itu sendiri. Idealnya, kamu harus menempatkannya di tengah gambar. Jangan
pernah meletakkan watermark di atas atau latar belakang yang solid dan mulus.

Penempatan tersebut justru akan
terlalu mudah bagi seseorang untuk menghapus atau memotong bagia watermark-mu. Kamu
juga bisa menempatkan watermark seolah-olah menyatu dengan karyamu sendiri.

Baca juga: Tips Menjadi UI/UX Designer Bagi Pemula

Buat Watermark Sebagai Bagian dari Karyamu

Dilansir dari Guiding Tech, watermark
dapat menjadi bagian dari gambar, artinya kamu perlu menempatkannya di tempat
yang luput dari perhatian mata biasa. 

Kamu bisa mengintegrasikan watermark
dan menjadikannya bagian dari karyamu. Ini bisa menjadi proses yang memakan
waktu, namun akan sangat bermanfaat untuk karya yang buatanmu.

Watermark Tidak Lebih dari 1/16 Keseluruhan
Gambar

Pastikan ukuran dari watermark tidak
terlalu besar. Setidaknya, menurut The Phoblographer, ukuran watermark jangan
sampai melebihi 1/16 dari ukuran keseluruhan gambar.

Jika kamu kesulitan, cobalah membagi
gambar menjadi empat bagian dan pisahkan bagian tersebut menjadi empat bagian.
Watermark idealnya tidak akan memakan lebih banyak dari ruang tersebut.

Letakkan Watermark di Area Komposit Gambar

Jika watermark diletakkan pada latar
belakang dengan warna kontras, watermark tersebut dapat dengan mudah
dihilangkan dengan aplikasi editor gambar. Menambahkan watermark ke area
komposit gambar dan menyesuaikan opasitas akan membuatnya lebih sulit untuk
dihapus.

Gunakan Warna Semi Transparan

Banyak yang menggunakan warna yang
kontras agar watermark dapat terlihat jelas. Sayangnya, tips membuat watermark
ini akan mengurangi estetika karyamu. Untuk itu, gunakanlah warna yang semi
transparan pada watermark. Ini membuat karyamu tetap terlihat secara utuh
karena watermark terkesan menyatu dengan gambarnya.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *