Menilik Rencana Pembangunan Bukit Algoritma di Sukabumi

Diskusi mengenai “Silicon Valley” versi Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir semakin hangat di kalangan warganet. Pasalnya, proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi dan industri 4.0 tersebut digadang-gadang akan menjadi sebuah kawasan seperti halnya kawasan yang telah sukses mengembangkan berbagai macam inovasi di Amerika Serikat, yaitu Silicon Valley.

Muncul berbagai fakta dan opini yang menjadi topik-topik pembicaraan warganet. Mulai dari tujuan pembangunan, lokasi, dana yang dibutuhkan, hingga kesiapan pemerintah Indonesia serta seluruh warga masyarakat mengenai proyek ini.

Berikut beberapa informasi yang menarik untuk disimak terkait proyek Bukit Algoritma milik Indonesia ini.

1. Rencana Pembangunan Bukit Algoritma

(Gambar: Twitter @budimandjatmiko)

Proyek ini direncanakan akan dibangun dalam 3 tahap. Tahap I diprediksi menghabiskan dana sekitar Rp18 triliun dan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun yang dimulai bulan ini.

Untuk tahap II dan tahap III masing-masing akan direncanakan dibangun dalam waktu 5 tahun dan 3 tahun, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini mencapai 11 tahun.

Baca juga: Rp 18 T Disiapkan untuk Bangun ‘Silicon Valley’ Indonesia

2. Ide Proyek Ini Telah Disetujui Presiden Sejak 2019

(Gambar: Ekonomi.bisnis)

Ide yang disampaikan oleh Ketua Pelaksanan Kiniku Bintang Raya KSO, Budiman Sudjatmiko, ternyata telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo tahun 2019 lalu.

“Saya sampaikan di Ponorogo ke Presiden Jokowi pas 2019, saya kasih masterplan-nya dan beliau setuju. Kemudian ketemu lagi 2021 dengan Pak Jokowi dan beliau bilang coba untuk carikan investornya.”

Bukit Algoritma akan digarap oleh dua perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, yaitu PT Amarta Karya Persero (AMKA) dan PT Kiniku Bintang Raya. Pada tahap awal, kedua perusahaan ini akan fokus membangun lahan seluas 335 hektare untuk beberapa infrastruktur dasar dan infrastruktur lain yang dirasa perlu.

Selanjutnya, dana yang menopang proyek ini disampaikan bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun bersumber dari para investor yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

3. Kawasan Pembangunan Bukit Algoritma Juga Didukung oleh Beberapa Faktor

Desain Bukit Algoritma yang akan dibangun di wilayah Cikidang dan Cibadak Kabupaten Sukabumi. (Gambar : Dok. PT Amarta Karya)

Tidak hanya bediri sendiri, lahan pembangunan yang ditawarkan oleh PT Bintang Raya untuk pembangunan Bukit Algoritma ini juga didukung oleh infrastruktur lain yang memadai.

Beberapa diantaranya adalah akses Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) Wisata dan Pelabuhan Ratu, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), bandara Sukabumi yang akan segera dibangun, jalur KA Sukabumi, hotel, dan gedung-gedung lain.

Baca juga: Sering Diperbincangkan, Ada Apa Aja Sih di Silicon Valley?

4. Keikutsertaan Indonesia dalam Kompetisi Global di Bidang Teknologi

(Gambar: monitor.co.id)

Peta pembangunan proyek ini akan membangun berbagai macam hal seperti science park, gedung yang befokus pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, teknologi kuantum, rekayasa nano, rekayasa genetika, pengembangan dan produksi obat-obatan, riset mengenai komputer, bahan semikonduktor, teknologi baterai, dan lain-lain.

Hal tersebut tentu diselaraskan dengan kemajuan teknologi global dan juga kebutuhan di masa yang akan datang, sehingga Indonesia dapat berkompetisi di era industri 4.0 ini. Proyek ini juga akan menggandeng lulusan-lulusan luar negeri untuk bekerja agar dapat membawakan ide-ide segar yang dapat segera dikembangkan di Indonesia.

(ihf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *