Bill Gates dan Harvard Tunda Uji Coba Kurangi Sinar Matahari

Foto: OkeZone

Teknologi.id – Sebuah tim penelitian mencoba hal ekstrem untuk
mengatasi perubahan iklim. Mereka akan meredupkan sinar matahari dengan
memantulkannya kembali ke luar angkasa.

Penelitian ini dilakukan terbatas
oleh proyek dari Harvard bernama Stratospheric Controlled Perturbation
Experiment atau Scopex.

Proyek ini sebagian memiliki
pendanaan dari Program Penelitian Geoengineering Solar Universitas Harvard,
yang juga mencantumkan nama Bill Gates sebagai salah satu pendonornya.

Proses bernama solar
geoengineering didasarkan pada ide untuk mengurangi dampak pemanasan global
dengan mengirimkan kembali cahaya matahari kembali ke ruang angkasa dengan
menggunakan bahan kimia.

Dalam hal ini uji coba akan
menggunakan kalsium karbonat atau pada dasarnya adalah debu kapur.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Cara Panen Matahari untuk Listrik

Jadi akan ada balon yang akan
menyebarkan bahan tersebut untuk mempelajari kelayakan dan resiko dari proses
tersebut, dikutip dari CNBC Indonesia hari Jumat 16 April 2021.

Dalam eksperimen ini, volume
kecil bahan kimia aerosol akan dibawa oleh balon dan disebar di langit pada lokasi
yang spesifik.

Balon yang dapat terbang tinggi
itu awalnya direncanakan meluncur dari Esrange Space Station di Kiruna, Swedia.

Gunanya untuk memastikan apakah
bisa dilangsungkan uji coba menghalangi sinar matahari dalam skala yang lebih besar.

Di masa depan, penerbangan balon
itu akan membawa muatan 600 kg dengan ketinggian 12 mil atau 19,3 kilometer.

Baca juga: Penyebab Matahari Biru dan Langit Kuning di Beijing

Nantinya dalam muatan kecil
berkisar 100 gram hingga 2 kilogram debu akan dilepaskan dengan tujuan untuk
mempelajari perubahan pada atmosfer.

Namun baru-baru ini, dewan
penasihat Harvard merekomendasikan menunda uji coba tersebut sampai bisa
diketahui dampaknya.

Pihak Harvard juga telah
mengumumkan penundaan untuk memastikan lagi bagaimana dampak yang mungkin
terjadi pada area uji coba secara lebih detail.

Terlebih ada juga penolakan dari
penduduk di lokasi uji coba, yaitu orang Saami, suku asli Swedia. “Ini
melawan pandangan kami bahwa kita harus menghormati alam,”

Baca juga: Matahari Buatan Korsel Tembus Suhu 100 Juta Derajat

“Kami punya sikap sangat jelas
bahwa kami tidak setuju dengan pengembangan geoengineering matahari di
Sapmi,” kata Asa Larsson Blind, Vice Presiden Saami Council dikutip dari
Detik.

Beberapa ilmuwan memang menyebut
uji coba menghalangi sinar matahari ini berisiko merusak ekosistem.

Hal itu juga telah diakui oleh
tim Harvard sendiri sebelumnya. Menyebarkan bahan kimia ke orbit melawan hukum
alam.

Bisa jadi cuaca akan jadi sukar
diprediksi, menyebabkan kekeringan yang pada waktunya bisa membuat pasokan bahan
pangan tersendat.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *