Dubes Prancis Bertemu Prabowo, Bahas Jet Tempur Canggih ini?

Foto: Dassault Aviation

Teknologi.id – Pada awal bulan April ini, Menteri Pertahanan (Menhan)
RI, Prabowo Subianto menghadiri peluncuran jet tempur KF-X/IF-X di Korea Selatan.

Pemerintah kali ini kembali
mengintensifkan perihal pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Salah satunya terkait jet
tempur Rafale. Sebelumnya santer kabar Indonesia akan memborong puluhan jet
tempur canggih ini.

Pekan lalu, Prabowo menerima
kunjungan kehormatan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard di
kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Kunjungan Olivier kepada Prabowo
kali ini di antaranya dalam rangka membicarakan upaya peningkatan kerja sama di
bidang pertahanan kedua negara yang sudah terjalin erat selama ini.

Baca juga: Indonesia-Korsel Lanjutkan Proyek Pesawat Tempur KFX/IFX

“Sebagai mitra strategis,
hubungan Indonesia-Prancis telah berjalan dengan baik dan membuka peluang lebar
untuk tingkatkan kerja sama pertahanan,”

“Semakin intensifnya komunikasi
dan kerja sama pertahanan kedua negara, ditandai dengan dua kali pertemuan
kedua Menteri Pertahanan pada tahun 2020 yang lalu,” tulis Kemhan RI di
laman resminya Senin (19/4/2021).

Belum lama ini, Kepala Staf
Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kedatangan Duta Besar RI
untuk Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir di ruang kerja Kasad, Mabesad,
Jakarta Pusat.

Dalam video yang diunggah akun
YouTube resmi TNI AD, kunjungan Arrmanatha untuk merencanakan kerja sama antara
TNI AD dan militer Prancis.

Baca juga: Bukan F-15EX, Jet Tempur Ini yang Mungkin Dibeli Indonesia

Selain itu juga membahas terkait
perkembangan teknologi militer yang dimiliki oleh Prancis dari segi personelnya
hingga alutsista mereka yang sudah memiliki teknologi maju.

Sebagai informasi, jet tempur
Rafale memiliki spesifikasi dua unit mesin Snecma M88, sehingga mampu melesat
sampai 1,8 mach atau sekitar 1.912 km per jam.

Secara dimensi, Rafale sebenarnya
tidak terlalu besar, panjangnya 15 meter dan tingginya 5 meter. Rafale dikenal
cepat, kuat, dan juga gesit sehingga cocok untuk berbagai medan perang.

Persenjataan udara Rafale dipandu
AASM/HAMER, bom pemandu laser PAVEWAY, dan meriam 30 milimeter, dapat digunakan
untuk serangan langsung dengan sangat presisi.

Harga Rafale, melansir
Aircraftcompare, mencapai US$115 juta atau sekitar Rp1,5 Triliun. Rumornya
Indonesia ingin membeli 48 unit, maka harus merogoh kas negara hingga Rp72
triliun.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *