Ini Dia Cara Review Keuangan Pribadi Anda, Penting!

Foto : Diskartes

Perlukah Melakukan Review Keuangan?

Hal yang perlu Anda lakukan setelah mencatat pengeluaran keuangan adalah review keuangan. Mencatat keuangan tidak akan maksimal tanpa melakukan review keuangan.

Memang, bagi sebagian besar orang, melakukan review
keuangan bisa membuat frustasi atau bahkan membosankan. Apalagi, saat
melihat catatan keuangan Anda yang tidak begitu memuaskan.

Padahal, me-review keuangan itu penting. Terutama bagi Anda yang memiliki tujuan keuangan.

Tujuan keuangan dapat berbentuk tujuan
membeli rumah, membeli kendaraan, menikah, beribadah ke tanah suci,
membuka bisnis, dan sebagainya.

Dengan me-review keuangan, Anda jadi bisa membuat strategi untuk mencapai tujuan keuangan Anda tersebut

Cara Review Keuangan Anda

Ada beberapa fase review keuangan yang biasanya dilakukan para perencana keuangan. Me-review keuangan bisa dilakukan per bulan, per 3 bulan, per 6 bulan, per tahun, atau per 3 tahun.

Kapanpun itu, sebaiknya Anda mereview keuangan secara berkala. Nah, bagaimana cara melakukannya? Berikut ini beberapa cara yang perlu diperhatikan.

 

#1 Cek Pola Pengeluaran

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah mengecek kondisi keuangan dari sisi pemasukan dan pengeluaran.

  • Apa ada hal yang tidak biasa?
  • Kenapa uang Anda berkurang, ya?
  • Bagaimana pengeluaran Anda selama ini?

 

Jawabannya hanya Anda yang tahu. Akan lebih mudah jika Anda selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan keuangan Anda.

[Baca Juga: Ini Dia Cara Cek Kesehatan Keuangan Bagi Karyawan]

 

Untuk Anda yang sudah rutin mencatat pengeluaran dan pemasukan harian, cobalah untuk mengevaluasinya dengan cermat.

Selama rentang waktu tertentu—misalnya sebulan kemarin, apakah Anda sudah mematuhi anggaran keuangan yang Anda rencanakan? Seperti apakah pola pengeluaran Anda?

Untuk Anda yang belum mencatat
keuangan harian, jangan khawatir. Aplikasi Finansialku bisa membantu
Anda. Aplikasi pencatatan keuangan yang satu ini sangat simpel dan mudah
digunakan.

Anda cukup mengunduhnya di ponsel
pintar. Kapanpun dan di manapun, Anda dapat mengaksesnya dengan mudah,
sehingga mengurangi kelupaan untuk mencatat pengeluaran.

Aplikasi Finansialku sudah bisa diunduh di Google Playstore dan Appstore, lho! Untuk lebih mudah, Anda juga bisa mengunduhnya dengan cara klik link di bawah ini.

#2 Cek Kondisi Keuangan

Setelah mengecek pola pengeluaran, Anda sebaiknya memikirkan bagaimana perasaan Anda terhadap kondisi keuangan saat ini.

Hal ini sangat penting supaya Anda
dapat menjalani hidup tanpa rasa takut, khawatir, atau was-was.  Dengan
pengeluaran dan pemasukan seperti saat ini, cobalah cek:

  • Apakah ada yang mengganggu pikiran sampai sulit tidur?
  • Apakah pengeluaran Anda sudah keluar dari jalur yang sudah dibuat?
  • Apakah Anda menggunakan uang secara tiba-tiba?
  • Apakah kondisi keuangan Anda saat ini menimbulkan rasa stress?

 

Jika jawabannya iya, itu artinya ada
yang tidak beres dengan perencanaan keuangan Anda. Kalau seperti ini,
cobalah membuat lagi perencanaan keuangan baru. Strategi Anda harus
diubah.

Jika kebingungan, Anda dapat berkonsultasi dengan perencana keuangan Finansialku. Caranya pun sangat mudah. Anda tinggal chat salah satu perencana keuanganku lewat aplikasi Finansialku. 

#3 Cek Produk Keuangan yang Tertunda

Banyak orang yang menunda produk
keuangan, misalnya asuransi, saham, atau reksa dana. Padahal, produk
keuangan dapat membantu Anda mencapai tujuan keuangan Anda, lho!

Coba cek kembali.

  • Apakah Anda menunda untuk membeli produk keuangan?
  • Apakah ada penawaran mengenai
    investasi semacam reksa dana, deposito, atau asuransi yang Anda tunda
    untuk pembeliannya dalam sebulan terakhir?

 

Jika ada, coba luangkan waktu untuk
mempelajari produk yang ditawarkan. Bisa saja produk keuangan tersebut
justru sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Kalau sesuai, tentu saja bisa
membantu kondisi keuangan Anda.

#4 Cari Tahu Perilaku Kita Berinvestasi

Ketika melakukan review keuangan, Anda harus review
juga cara Anda berinvestasi. Jika produk investasi membuat Anda tidak
tenang, cobalah untuk memperdalam ilmu pengetahuan dengan cara
memperbanyak referensi investasi.

Memang, situasi investasi tidak pasti.
Ketidakpastian seringkali membuat khawatir, was-was, dsb. Mirip seperti
keadaan saat ini. Di awal tahun ini, IHSG sedang baik performanya.

Banyak orang yang mulai melirik saham. Ada kemungkinan Anda pun ikut berinvestasi di saham karena FOMO alias Fear of Missing Out.

[Baca Juga: Cara Mengelola Keuangan Pribadi]

 

Jika Anda ternyata was-was karena
ketidakpastian, cobalah untuk belajar terlebih dahulu lebih banyak
mengenai investasi tersebut. Pelajari risikonya juga. Jangan hanya ingin
cari untung.

Rata-rata orang khawatir karena dia
tidak tahu kenapa uangnya bisa berkurang dan kenapa tambah. Hal tersebut
bisa membuat kekhawatiran baru. Bisa jadi, Anda berinvestasi di emiten
yang salah.
 

#5 Cek Kondisi Keuangan Orangtua

Cobalah cek kondisi keuangan orangtua Anda. Tujuannya, supaya Anda tidak menjadi generasi sandwich.

Merencanakan keuangan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi keluarga juga harus diperhatikan. Jangan sampai menjadi generasi sandwich.

Coba cek, apakah ada hal berbeda
melihat kondisi keuangan orang tua dan kondisi kesehatannya? Jika ya,
sudah seharusnya Anda membantu mereka. Misalnya, dengan membantu mereka
mempersiapkan dana pensiun.

[Baca Juga: Cara Mengatur Gaji Karyawan Swasta yang Merantau Biar Bisa Nabung]

 

Sudahkah Me-review Pengeluaran Anda?

Melakukan review pengeluaran sebetulnya menyenangkan. Pasalnya, kita jadi mengetahui sudah seberapa dekatkah kita dengan tujuan keuangan kita.

Jika sudah dekat, selamat! Tapi, jangan lengah. Jadikan review keuangan sebagai bahan bakar untuk semakin semangat.

Jika masih jauh, review keuangan bisa menjadi motivasi untuk lebih semangat lagi mengelola keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *