4.000 Tahun Lebih Air Zamzam Tidak Kering, ini Sebabnya

Foto: SuratKabar

Teknologi.id – Air zamzam merupakan air yang berasal dari sumur
yang berada di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Biasanya, saat umat Islam
melaksanakan ibadah Haji dan Umrah akan berkunjung ke sumur zamzam dan membawa
pulang air zamzam sebagai oleh-oleh.

Sumur zamzam diperkirakan
menyedot air hingga 18,5 liter per detik sehingga mampu menghasilkan 660 liter
air per menit.

Dalam bahasa Arab, zamzam berarti
“banyak” atau “melimpah ruah”. Pengertian ini sesuai dengan kondisi air zamzam
yang tak pernah kering meski telah digunakan selama ribuan tahun.

Dokumen sejarah menunjukkan,
zaman itu diperkirakan tahun 1910 SM sehingga jika dikonversikan dengan
kalender Hijriah, air zamzam telah ada selama lebih dari 4.000 tahun.

Baca juga: Mata Uang Kripto akan Menjadi Stablecoin di Masa Depan?

Waktu yang lama tersebut menimbulkan
pertanyaan tentang bagaimana air zamzam tidak pernah kering selama ribuan tahun
apalagi banyak diambil oleh orang-orang.

Dilansir Kompas dari Egypt Today,
hari Rabu 28 April 2021, Abbas Sharaqi, Profesor Geologi dan Sumber Daya Air di
African Research Institute, mengatakan, air di sumur zamzam tidak pernah kering
karena terhubung dengan air tanah terbarukan.

“Tidak adanya penipisan dalam
geologi berarti bahwa ia adalah air yang dapat diperbarui. Air tanah bisa
diperbarui, seperti di sumur zamzam,” kata Profesor Sharaqi.

Profesor Sharaqi menjelaskan, air
zamzam merupakan air terbarukan yang sumbernya adalah hujan di Kota Makkah.

Baca juga: Cara Buka Kartu SIM dan IMEI yang Diblokir

Menurut Profesor Sharaqi,
terdapat 14 meter endapan sungai yang terbentuk dari air hujan di pegunungan
yang jatuh ke dataran rendah dan berubah menjadi sedimen.

Proses ini membutuhkan waktu
jutaan tahun untuk membuat sumur zamzam yang panjangnya mencapai 14 meter.

 “Air di sumur zamzam digunakan sebagai air
minum jamaah dan tidak digunakan untuk pertanian,” ujarnya.

“Sumur zamzam telah digunakan
selama 4.000 tahun, ini membuat kami berpikir bahwa jika tidak ada hujan di
Arab Saudi, mungkin airnya akan habis.

Kini, sumur zamzam ditempatkan di
ruang bawah tanah, dilindungi oleh panel kaca yang memungkinkan pandangan yang
jelas ke sumur.

Baca juga: Ini 10 Kapal Selam Termahal di Dunia, Indonesia Termasuk?

Pompa listrik digunakan untuk
menarik air dari sumur, menggantikan tali dan ember sebelumnya. Tidak ada
pengunjung kecuali orang-orang terhormat yang diizinkan memasuki ruang sumur
dan sekitarnya.

Di luar ruangan, ada area layanan
di mana air mancur zamzam dingin dan wadah pengeluaran disediakan untuk
keperluan minum.

Baru-baru ini, wilayah Tawaf di Masjidil Haram telah diperluas untuk menutupi pintu masuk ke daerah ini, dan itu
tidak lagi dapat diakses oleh para peziarah.

Sebagai gantinya, air mancur zamzam dingin dan wadah pengeluaran sekarang ditempatkan di pinggiran wilayah
Tawaf.

 (fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *