Pergi ke Planet Lain, Bisakah Manusia Selamat dari Kiamat?

Foto: Sisternet

Teknologi.id – Manusia bisa punah dengan berbagai skenario misalnya
terjadi perang nuklir ataupun terjadi hantaman asteroid raksasa.

Jika diasumsikan ada orang yang
selamat, berapa banyak yang sebenarnya dibutuhkan untuk mempertahankan spesies
kita?

Jawabannya adalah tergantung pada
faktor bencana yang menimpa. Bencana yang berbeda akan menciptakan kondisi hari
kiamat yang berbeda untuk bertahan hidup pada populasi manusia.

Tentunya kiamat yang dimaksud
adalah bencana besar yang menimpa Bumi, bukan kiamat akhir zaman.

Misalnya, perang nuklir dapat
memicu musim dingin nuklir. Korban selamat akan menghadapi suhu musim panas
yang membekukan dan kelaparan global, belum lagi adanya paparan radiasi.

Baca juga: Beberapa Prediksi Kapan Terjadinya Hari Kiamat Menurut Sains

“Jumlah populasi di angka
ratusan atau populasi kecil maka kemungkinan (manusia) bertahan bisa selama
berabad-abad,” kata peneliti Cameron Smith, dikutip dari viva hari Jumat
07 Mei 2021.

Ia memperkirakan kota-kota besar
menjadi yang paling rentan jika peradaban global runtuh, karena mereka
mengimpor hampir semua makanan mereka dan sangat bergantung pada listrik.

Oleh karena itu populasi yang
bertahan hidup kemungkinan besar akan menyebar untuk mencari sumber daya.

Dalam sebuah hipotetis di mana
manusia berhasil melarikan diri ke benda langit atau planet lain untuk
menghindari skenario kiamat, berapa jumlah minimum orang yang dibutuhkan untuk bertahan
hidup di luar angkasa?

Baca juga: Ini Kronologi yang Terjadi di Bumi jika Manusia Punah

Jika manusia yang selamat terdiri
dari 98 orang, maka mereka bisa bepergian menggunakan pesawat ruang angkasa
dengan kecepatan yang dimungkinkan dengan teknologi saat ini ke Proxima
Centauri b, planet ekstrasurya atau exoplanet mirip Bumi yang berpotensi dapat
dihuni.

Kru Proxima Centauri b tidak
terdiri dari sampel acak yang terdiri dari 98 manusia, melainkan 49 pasangan
kawin yang siap untuk mewariskan gen mereka.

Populasi akan tetap beragam
secara genetik dan sehat dari waktu ke waktu dalam kondisi tertentu, jika pembiakkan
dipantau dan dibatasi.

Akan tetapi, apabila yang dibawa
mencapai 500 orang, kemungkinan akan menjadi pilihan yang lebih aman karena
mereka akan lebih mungkin mempertahankan keragaman genetik dengan lebih banyak
pasangan pembiakkan.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *