Selain Bitcoin dan Doge, ini Kripto yang Menjadi Favorit

Foto: VOI

Teknologi.id – Mata uang kripto saat ini diminati oleh banyak
orang. Ada banyak mata uang kripto yang beredar dan beberapa di antaranya
menjadi favorit banyak orang.

Kripto mulai banyak diminati
sebagai investasi karena nilainya yang terus meningkat secara fluktuatif.

Dikutip CNBC Indonesia dari laman
Coinmarketcap, berikut 5 favorit kripto berdasarkan market cap atau
kapitalisasi pasar.

Pada hari ini (Kamis 06 Mei
2021), Bitcoin masih menduduki peringkat pertama dengan nilai US$57.182,19 atau
sekitar Rp819 jutaan.

Angka tersebut naik 4,40% selama
24 jam terakhir. Sementara dalam 7 hari naik 6.04%. Bitcoin tercatat memiliki
market cap US$1,072 triliun.

Lalu peringkat kedua ada Ethereum
dengan market cap US$401,8 miliar. Nilai satu Ethereum dihargai US$3.454,27
(Rp49,5 jutaan) atau naik 5,27% selama 24 jam dan 29,03% pada 7 hari terakhir.

Baca juga: Bukan GPU, Menambang Kripto ini Gunakan Memori, Mau Coba?

Binance Coin berada di urutan
ketiga di bawah Ethereum dan Bitcoin. Market Cap BNB adalah US$99,01 miliar.

Nilai satu koinnya sekitar
US$641,43 atau sekitar Rp9,1 jutaan. Harga tersebut mengalami kenaikan 24 jam
terakhir sebesar 2,85% dan 14,28% pada tujuh hari.

Dogecoin atau Doge juga masuk
dalam lima besar memiliki market cap US$80,10 miliar. Saat ini harganya sekitar
US$0,60 atau Rp8.600.

Tidak seperti kripto lain, dalam
24 jam Doge mengalami penurunan 11,12%. Namun hal itu tidak terpengaruh karena
dalam 7 hari, masih mengalami peningkatan 95,51%.

Baca juga: Mata Uang Kripto akan Menjadi Stablecoin di Masa Depan?

Terakhir di peringkat kelima ada
XRP. Cryptocurrency ini memiliki market cap US$77,68 miliar. Saat ini harganya
berada di level US$1,68 atau Rp214 ribu.

Nilai tersebut naik 19,60% dalam
24 jam terakhir dan selama 7 hari naik 25,11%.

Jika ingin membeli kripto
sebaiknya pastikan menggunakan layanan yang sudah terdaftar di Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Hal tersebut untuk menghindari banyaknya
investasi dan layanan ilegal akhir-akhir ini yang merugikan penggunanya.

 (fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *