Teknik Melakukan Product Research yang Laku Di Pasaran

Foto: Unsplash

Teknologi.id – Sebagai seorang pengusaha atau
pebisnis, melakukan riset produk merupakan suatu keharusan agar produk yang
dibuat benar-benar terjual. Tidak hanya menumpuk di gudang menciptakan
kerugian.

Hal ini seringkali disebut sebagai
product researcher. Lantas, bagaimana caranya melakukan product research yang
laris dipasaran?

Mencari Tahu Selera Konsumen

Mengetahui selera konsumen adalah
salah satu tujuan melakukan product research. 
Berdasarkan karakteristik konsumen, kamu bisa mengira-ira permasalahan
yang konsumen kamu hadapi, kebutuhan mereka, apa yang mereka suka, dan bagaimana
behaviour mereka.

Sebelum menjual, kamu bisa melihat
seberapa besar jumlah permintaan untuk produk kamu. Banyak cara yang bisa
dilakukan misalnya saja dengan membuka survey atau polling untuk produk yang
kita jual.

Mengamati Pesaing

Mengetahui pesaing merupakan hal yang
paling penting diketahui oleh seorang pebisnis. Siapa pesaing bisnis kamu,
berapa jumlah pesaing kamu, produk apa yang dijual, dan berapa harga produk
mereka.

Bagaimana kamu bisa menemukan
pesaing? Riset market bisa dilakukan dengan menggunakan Google yaitu dengan
mencari brand yang menjual produk serupa dengan yang kamu jual. Cukup dengan
mencari produk yang kamu jual di Google, bisnis-bisnis yang menjual produk
sejenis pun akan tampil.

Tidak hanya Google, kamu juga bisa
mencari pesaing di marketplace seperti Tokopedia atau social media seperti
Instagram. Setelah mengetahui apa-apa saja yang dilakukan oleh pesaing, kamu
bisa mengembangkan apa produk yang dijual pesaing atau menjual sesuatu yang
lebih unggul dibandingkan pesaing.

Baca juga: Strategi Agar Produk Bisnismu Tepat Sasaran

Melihat Apa yang Sedang Trend Dengan Google Trends

Cara yang patut untuk kamu coba untuk
meningkatkan penjualan prdoduk kamu adalah dengan melakukan product research
menggunakan fitur dari Google Trend. Melalui fitur Google Trend, kamu akan mendapatkan
informasi terkait trend apa yang banyak ditelusuri oleh pengguna internet dalam
satu negara dalam kurun waktu tertentu.

Kunjungi laman Google Trend, lalu masukan
kata kunci yang ingin dicari. Misalnya, kamu ingin menjual masker jerawat, maka
isilah kotak pencarian dengan kata kunci ‘Cara menghilangkan jerawat’.

Jangan lupa ubah lokasi pencarian
menjadi Indonesia serta waktu pencarian yang sesuai kebutuhan. Nantinya akan
muncul grafik yang menunjukkan berapa jumlah pencarian pengguna Google untuk
kata kunci tersebut.

Bila grafiknya mengalami peningkatan,
maka produk yang digunakan untuk menghilangkan jerawat sedang laris di pasaran.
Jika grafiknya cenderung turun, maka produk tersebut sedang sepi peminat.

Selain itu, melalui Google Trend,
akan muncul dimana saja daerah yang paling banyak memakai kata kunci tersebut
di mesin pencari. Ini bisa kamu jadikan referensi sebagai target pasar yang
potensial untuk produk yang akan kamu jual.

Riset Kata Kunci di Google

Cara riset yang satu ini memang
tergolong mudah, cepat, serta datanya akurat. Kamu bisa menggunakan fasilitas
Google Keyword Planner untuk mendapatkan data mengenai berapa banyak orang yang
mencari produk yang hendak kamu jual dalam kurun waktu tertentu.

Fitur ini juga akan memberi kamu berbagai
referensi keyword terkait yang biasanya dicari oleh konsumen di berbagai
tempat. Jika kamu tidak menemukan data mengenai produk yang hendak dijual, itu
bukanlah pertanda baik.

Di sisi lain, Google akan memberikan kamu
informasi tambahan mengenai keyword yang sering dicari konsumen. Ini bisa
menjadi acuan kamu untuk menentukan produk yang akan dijual.

Google Keyword Planner baru dapat kamu
gunakan jika minimal ada 1 campaign yang aktif di Google Ads.

Bagaimana? Tertarik untuk mempelajari
seputar product research? Jika tertarik, Teknologi.id saat ini tengah
mengadakan kelas premium bertajuk “Product Research” yang diisi oleh
pemateri yang ahli dibidangnya seperti Devi Eko Irianto selaku Senior Product
Manager IDN Media dan Aga Rasyidi Sukandar selaku Head of PM detikNetwork. 

Apa saja sih yang akan kamu peroleh
dengan mengikuti kelas premium?

  • 2 kali sesi Zoom perbulannya
  • Akses bebas
  • 4 bahan pembelajaran yang dapat di
    download tiap bulannya 
  • Akses bebas untuk QnA
  • Penugasan

Menarik bukan? Langsung saja
daftarkan diri kamu di sini.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *