Apakah Mencatat Keuangan Harian Perlu atau Tidak?

Foto: Bisnis Muda


Ada yang berpikiran kenapa saya perlu repot-repot mencatat pengeluaran harian? Saya cukup datang ke perencana keuangan, bayar biaya konsultasi dapat, deh itu cek kesehatan keuangan dan rencana keuangan. Merencanakan uang adalah semudah itu. Bagaimana pendapat Anda?

[Baca Juga: Tujuan Mengelola Keuangan Pribadi]

 

Penulis
tidak berusaha membantah pendapat tersebut. Penulis juga setuju dengan
orang yang berpikiran seperti itu, karena orang tersebut memiliki dana
yang cukup untuk konsultasi dengan perencana keuangan.

Namun bagi sebagian orang yang belum mampu menyewa jasa
konsultan keuangan pribadi atau orang-orang yang memiliki pendidikan
(edukasi) mengenai keuangan pribadi, mereka dapat melakukan perencanaan
keuangan dari diri sendiri.

Cara yang mudah untuk memulai mengatur keuangan yaitu dengan mencatat transaksi pribadi (uang masuk dan uang keluar).

Penulis pernah membaca sebuah tulisan seorang perencana keuangan dari luar negeri yang berkata:

Menurut Anda, siapakah orang yang paling peduli dengan keuangan Anda?

Menurut Anda apakah penasihat keuangan Anda adalah orang yang paling peduli dengan keuangan Anda?

Apakah agen asuransi Anda? Apakah broker saham Anda? Apakah agen reksadana Anda? Atau Anda dan pasangan yang paling peduli dengan keuangan Anda?

Sebagian orang menjawab pertanyataan tersebut dengan: “Saya dan pasangan sayalah yang paling peduli dengan keuangan pribadi saya.

Untuk memulai sesuatu yang baik agak repot didepan, coba mari kita liat contohnya:

  • Untuk mulai mengurangi berat badan, hal apa yang paling sulit? Tentu saja sulit untuk memulai berolahraga.
  • Untuk mulai meningkatkan nilai (bagi pelajar), hal apa yang paling sulit? Tentu saja sulit untuk memulai belajar.
  • Untuk Anda yang ingin mulai mengatur keuangan rumah tangga, hal apa yang paling sulit? Tentu saja sulit untuk mencatat.

Pernahkah
Anda tahu berapa biaya parkir Anda sebulan? Berapa biaya untuk membeli
pakaian? Memang biaya parkir dapat dikatakan pengeluaran yang cukup
kecil (bagi sebagian orang).

Coba kita simulasikan contoh menulis catatan keuangan harian, misalkan biaya parkir (untuk di Jakarta):

Parkir di tempat kerja:

20 hari kerja x 9 jam kerja x Rp 3.000 per jam = Rp 540.000

Parkir di mall atau supermarket:

4 hari (setiap hari minggu) x 3 jam x Rp 3.000 per jam = Rp 36.000

Total biaya parkir Anda selama sebulan adalah Rp 576.000 per bulan. Pengeluaran kecil tetapi kalau ditumpuk lumayan juga.

Cara Mencatat Keuangan Harian

Anda tidak
perlu pusing dengan istilah debit, kredit dan lain-lain. Cukup gunakan
istilah yang gampang Anda mengerti. Penulis menyarankan Anda menggunakan
kata-kata seperti:

Uang masuk
ke dompet = ada sejumlah uang yang masuk ke dompet Anda. Biasanya
berasal dari gaji bulanan, hasil investasi, bisnis dan lain-lain.

Uang keluar
dari dompet = ada sejumlah uang yang keluar dari dompet Anda. Contohnya
adalah biaya listrik, telepon, tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan,
biaya sekolah anak dan lain-lain.

Jangan
pusingkan istilah-istilah keuangan. Gunakan saja bahasa yang mudah,
format penulisan yang sederhana, toh laporan keuangan tersebut dibaca
oleh Anda dan pasangan (tidak dilaporkan ke badan tertentu).

Alat Bantu untuk Mencatat Keuangan Harian

Dimana saya
bisa mencatat? Banyak sekali media yang bisa Anda gunakan untuk
mencatat, mulai dari paling sederhana kertas dan pen, menggunakan
aplikasi worksheet (seperti Microsoft Excel) dan menggunakan aplikasi-aplikasi khusus untuk merencanakan keuangan seperti aplikasi perencana keuangan.

Carilah media yang paling mudah dan sederhana, agar Anda dapat melakukan pencatatan kapanpun, di manapun Anda berada.

Sehabis dari restaurant, sehabis belanja dapur, sehabis membeli elektronik, bahkan sehabis Anda membayar uang parkir.

Jujur saja,
penulis mengakui kebiasaan untuk mulai mencatat keuangan adalah hal yang
sulit. Seperti halnya orang yang mau menurunkan berat badan, mulai
berangkat ke gym atau berolahraga adalah hal yang sangat sulit.

Tetapi
setelah Anda berolahraga Anda akan mendapatkan manfaatnya. Serupa dengan
berolahraga kebiasaan mencatat keuangan akan menghasilkan manfaat yang
luar biasa, kalau tidak percaya silakan Anda coba!

Jika Anda
sudah mendapat manfaat dari mencatat transaksi pribadi, jangan lupa
sebarkan kebaikan dan manfaatnya kepada banyak orang.

Setelah Anda mengetahui keuntungan dalam mengatur keuangan khususnya dalam mencatat keuangan harian.

Silakan lakukan mencatat keuangan harian mulai dari sekarang dan rasakan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *