Serikat Buruh Sebut Perusahaan Outsourcing PLN Tidak Bayar THR Penuh

PERAWATAN JARINGAN LISTRIK

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengatakan, korporasi penyedia jasa tenaga kerja atau outsourcing Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tidak membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh. Mereka mengancam akan berunjuk rasa jika persoalan ini tak diselesaikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan, pegawai dengan masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih berhak mendapatkan THR satu bulan upah. Upah yang dimaksud ialah gaji pokok dan tunjangan tetap.

Sedangkan Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz menyampaikan, “THR yang diberikan oleh perusahaan outsourcing PLN menghilangkan dua komponen tunjangan tetap, yaitu kompetensi dan delta, ” kata dia dalam siaran pers, Rabu (12/5). 

Oleh karena itu, FSPMI meminta perusahaan segera membayarkan kekurangan THR buruh. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *