Cara Perbaiki Password yang Diretas Pakai Google Chrome

Foto: Beebom

Teknologi.id – Password atau kata sandi menjadi alat pertahanan
keamanan pertama untuk mengamankan akun di dunia maya.

Apabila kata sandi berhasil
diretas, maka data pengguna bisa dicuri dan dimanfaatkan untuk kejahatan
digital.

Saat ini Google Chrome sudah
memiliki fitur yang bisa mendeteksi kalau password yang digunakan bocor.

Kini browser buatan Google ini
akan bisa memperbaiki password yang bocor itu dengan sekali klik.

Sebelumnya, fitur manajer
password di Chrome hanya bisa mendeteksi jika email atau password yang
digunakan terekspos dalam kebocoran data atau diretas.

Pengguna kemudian akan
mendapatkan notifikasi yang menyarankan untuk segera mengganti password.

Baca juga: Cara Gunakan Fitur Live Caption di Google Chrome Desktop

Sebelumnya proses mengganti
password cukup rumit karena harus masuk ke situs yang akunnya diduga mengalami
kebocoran.

Lalu harus menelusuri prosedur
penggantian password yang kadang membingungkan, kemudian mengganti password
baru agar kembali aman.

Kini berkat update untuk fitur
manajer password, Chrome bisa langsung memberikan opsi bagi pengguna untuk
mengganti password jika terdeteksi bocor.

Jika Chrome menemukan password
yang berpotensi bocor, notifikasi yang muncul akan mencakup tombol ‘Change
Password’.

Setelah tombol itu diklik, Chrome
akan secara otomatis mengarahkan pengguna ke situs yang sesuai untuk mengganti
password dan menyarankan password baru yang aman.

Password itu kemudian akan
disimpan di manajer password Chrome, seperti dikutip dari Detik hari Kamis 20
Mei 2021.

Baca juga: 5 Cara Hapus Iklan di Chrome agar Aman dari Virus

Google mengatakan fitur ini akan
bisa digunakan untuk mengimpor data dari manajer lainnya sekaligus mengecek
password yang bocor.

Fitur ini awalnya akan tersedia
di Chrome untuk Android untuk pengguna yang telah memiliki password
tersinkronisasi.

Pengguna Google Chrome di Amerika
Serikat akan bisa menggunakan fitur ini lebih dulu kemudian akan merambah ke
lebih banyak negara dalam beberapa bulan ke depan.

Namun Google dikabarkan tidak
bisa melihat nama pengguna dan kata kunci pengguna dari data yang terenkripsi
ini sehingga tetap aman.

Khusus untuk Android, Chrome memiliki
Enhanced Safe Browsing untuk menambah perlindungan terhadap phising, malware,
dan situs berbahaya melalui sharing data secara real-time.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *