Kamu WAJIB Baca 7 Tips Keuangan Saat Pacaran

Foto : Urban Women

Siapa Bilang Pacaran harus Mahal?

Umumnya, pacaran diidentikkan dengan
harga yang mahal. Saya sendiri merasa dulu saat pacaran memang kami
berdua sering mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang penting.

Akhirnya memang rasanya pacaran itu boros, dibandingkan dengan setelah menikah.

Tapi sebenarnya bukan salah pacarannya, sih, yang kurang saat pacaran adalah tidak adanya perencanaan keuangan. Tiap minggu mikirnya hanya harus pacaran tanpa mikirin masa depan.

Tapi kalau begini terus bagaimana dengan masa depan? Bagaimana mengumpulkan modal nikah?

Kabar baik bagi kamu dan pasangan,
Finansialku sudah merangkum beberapa kiat sukses keuangan saat pacaran
yang bisa diterapkan dengan mudah.

Buktikan sekarang juga apakah kiat ini memang efektif atau tidak!

Oh ya, kamu bisa bisa lho pakai Aplikasi Finansialku dalam mengatur keuangan saat pacaran yang efektif. Banyak orang yang sudah membuktikan keberhasilannya.

Jika kamu berhasil, jangan lupa
berikan komentar pada kolom komentar di bawah dan jangan lupa bagikan
tips ini kepada teman-teman yang baru menikah.

Dengan demikian, kamu sudah ikut membantu pengaturan keuangan rumah tangga baru lainnya.

[Baca Juga: Menghadiri Pernikahan di Luar Kota dengan Anggaran Terbatas]

 

Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, berikut tips keuangan saat pacaran versi Finansialku:

 

Tips Keuangan Saat Pacaran #1 Menentukan Prioritas

Pada umumnya, keuangan pasangan masih mengambang dan belum jelas. Mengapa?

Karena dalam hubunganmu ada 2 orang
yang sepenuhnya berbeda. Dengan kata lain, tantangan keuangan baru
muncul, di mana kontrol keuangan bukan lagi sepenuhnya milikmu, tetapi
milikmu dan pasangan.

Artinya, dibutuhkan penentuan
prioritas baru disini. Kamu sebaiknya menentukan apa yang penting dalam
hidupmu dan juga pasangan.

Ini lah waktu yang tepat untuk
berhenti memboroskan uang untuk sesuatu yang tidak dianggap penting dan
mengutamakan kebutuhan berdua.

Cobalah diskusikan matang-matang apa
yang menjadi prioritasmu dan pasangan, kemudian mulailah mengatur
keuangan untuk mencapainya.

Misalnya: buatlah anggaran yang sesuai
dengan nilai-nilai penting hidup tersebut dan tentukan siapa yang
bertanggung jawab akan pembayarannya.

Pengeluaranmu secara otomatis akan
lebih dimanfaatkan pada hal-hal yang bernilai, dan pada akhirnya membuat
kalian lebih siap menghadapi masa depan.

 

Tips Keuangan Saat Pacaran #2 Mulailah Mencatat Pengeluaran

“Ke mana saja uangmu habis bulan ini?”

Jika kamu tidak bisa menjawabnya, tandanya kamu dan pasangan tidak pernah mencatat pengeluaran dan pemasukan.

Padahal, mencatat pengeluaran dan pemasukan bisa sangat membantu untuk menabung lho.
Dengan tahu kondisi keuangan secara detail, kamu bisa mengestimasikan
berapa banyak uang yang dapat dialokasikan untuk ditabung.

[Baca Juga: Slide Perencanaan Keuangan: Rencana Keuangan Sebagai GPS untuk Masa Depan dan Tujuan Keuangan Anda]

 

Sebaliknya jika kamu bahkan tidak
ingat berapa besar pengelaran setiap harinya, ujung-ujungnya malah
kekurangan uang di akhir bulan.

Apalagi setelah menikah nanti, kamu perlu mengetahui ke mana uangmu pergi.

Dengan mencatat pengeluaran dan melakukan review setiap bulan, kamu juga bisa mengetahui apa saja pemborosan yang tidak disadari dan mengeliminasinya.

Tips Keuangan Saat Pacaran #3 Menentukan Anggaran

Apa sebenarnya anggaran itu? Anggaran adalah alokasi dana yang direncanakan pada setiap periode tertentu.

Biasanya hal ini baru dilakukan setelah kamu sudah mengetahui prioritas keuangan terlebih dahulu.


Kesimpulannya, pembuatan anggaran perlu menjawab 3 pertanyaan berikut:

  1. Di mana titik finansial kita saat ini?
  2. Apa tujuan finansial yang ingin dicapai?
  3. Apa yang harus kita lakukan step by step untuk mencapai tujuan tersebut?

 

Jika kamu sudah melewati poin 1 dan 2,
maka kamu dapat memulai pembuatan anggaran, dengan mencantumkan
beberapa hal standar sebagai berikut:

  • Pendapatan (pendapatan bulanan, THR, bonus)
  • Pengeluaran (estimasi pengeluaran per bulan, pengeluaran utama)
  • Aset pribadi (simpanan, investasi)
  • Liabilitas (utang, kewajiban)

[Baca Juga: 6 Langkah Perencanaan Pensiun yang Harus Dilakukan Setiap Pasangan Sebelum Usia 50 Tahun]

 

Bingung membuat anggaran? Kini sudah ada aplikasi Finansialku
yang siap membantumu. Dengan fitur pencatatan keuangan dan pembuatan
anggaran, kini merencanakan dan mengelola keuangan akan lebih cepat dan
mudah.

Hebatnya lagi, kalau kamu mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan, kamu bisa curhat ke perencana keuangan profesional Finansialku. Pada aplikasi tersebut, terdapat fitur Konsultasi Keuangan.

Cara Konsultasi Keuangan dengan aplikasi Finansialku

 

#4 Bekerja Sama dalam Menabung

Hidup berdua nanti lebih mahal, karena
biaya hidup semuanya dikali dua. Namun ternyata banyak hal yang bisa
dihemat untuk ditabung lho. Misalkan saja biaya TV cable dan internet cukup satu saja untuk berdua.

Selain itu, carilah paket-paket atau bundle yang akan jauh lebih murah untuk berdua, misalnya dalam mendaftar membership gym.

Dengan kerja sama dan menekan egoisme, kamu dan pasangan dapat menabung lebih banyak bersama-sama.

[Baca Juga: Pasangan Baru Wajib Membaca 5 Hal Ini Agar Cepat Kaya [Bonus: 7 Cara Cepat Kaya]]

 

Memang mungkin di awal menabung masih
terasa berat, namun jika tidak dibiasakan sejak dini, keuanganmu dan
pasangan bisa bobol terus.

Mulailah mengutamakan menabung, dengan kata lain PRIORITASKAN, bukan SISIHKAN. Jika pola pikir selalu sisihkan, kamu akan terus membuat alasan untuk tidak menabung. Yuk belajar PRIORITASKAN.

Memang menarik untuk membicarakan hal ini lebih lanjut, kepoin aja yuk informasi selanjutnya.

 

#5 Memiliki Dana Darurat (Emergency Fund)

Mengatur keuangan memang satu hal
penting, namun terkadang ada kejadian tak terduga di luar anggaran
bulanan. Misalnya saja kamu di-PHK. Bagaimana mengatasinya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, tanyalah pada diri sendiri dan pasangan:

“Sudahkah kamu memiliki dana darurat? Atau bahkan kamu belum tahu apa itu dana darurat?

Dana darurat
merupakan dana terpisah yang perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai
keadaan darurat, seperti terjadinya PHK, kebutuhan biaya karena sakit
sehingga kamu tidak dapat bekerja, biaya untuk kecelakaan, dan kejadian
tak terduga lainnya.

Lalu berapa besar dana darurat yang perlu disiapkan sebelum memulai kehidupan rumah tangga?

Adapun besaran dana darurat yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Jika kamu masih single, maka sediakan dana darurat 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Jika kamu telah berkeluarga atau telah berkeluarga dengan satu anak, minimal 9 kali pengeluaran bulanan.
  • Jika kamu telah berkeluarga dengan dua anak atau lebih, maka sebaiknya sediakan dana darurat 12 kali pengeluaran bulanan.

 

Artinya, di sini kamu dan pasangan masing-masing harus memiliki setidaknya 6 kali pengeluaran bulanan.

Dengan demikian, tabungan yang selama ini dikumpulkan tidak akan habis tiba-tiba karena keadaan darurat.

#6 Jangan Ragu untuk Evaluasi dan Ubah Pengaturan Keuangan

Tidak pernah ada kata sempurna dalam mengatur keuangan. Kamu bisa terus memperbaikinya menjadi lebih baik lagi.

Setelah menjalankan pengaturan
keuangan berdasarkan beberapa tips tadi, jangan cepat puas dulu. Kamu
bisa memperoleh keuangan yang lebih baik dengan terus mengevaluasi
sistem pengaturan keuangan di dalam hubungan.

Apabila jika kamu menemukan hal yang
memang dirasa tidak cocok atau kurang baik, jangan ragu untuk
mengubahnya dengan cara yang lebih baik.

[Baca Juga: Konsultasi: Buat Biaya Pernikahan Lebih Baik Invest Emas atau Reksa Dana?]

 

Jika kamu menemukan masalah keuangan dan kesulitan mengubahnya, maka tidak perlu ragu untuk meminta bantuan tenaga ahli.

Perencana keuangan seperti Finansialku akan selalu siap membantu untuk memperbaiki kondisi keuangan kamu dan pasangan.

Membuat anggaran, mengatur investasi
dan tabungan, hingga menyiapkan rencana untuk mencapai tujuan
finansialmu. Kami siap membantumu.

Cara mudah yang bisa kamu lakukan yaitu menggunakan menu Konsultasi Keuangan di Aplikasi Finansialku yang sudah saya sebutkan tadi sebelumnya.

 

#7 Terbuka Soal Keuangan

Apakah kamu berpikir akan sulit
menjalankan 6 tips di atas karena kamu dan pasangan sama-sama tidak
pernah membicarakan soal keuangan masing-masing?

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa
dalam hubungan banyak hal yang disembunyikan dari pasangan, bahkan
terkadang terpaksa berbohong dengan alasan demi kebaikan. Salah satunya
adalah soal keuangan.

Nah, poin terakhir dari tips keuangan
saat pacaran, yaitu terbuka soal keuangan. Saat pacaran memang kamu dan
pasangan belum bisa terbuka 100% soal keuangan karena mungkin segan. 

Namun jika kamu dan pasangan sudah
mantap dan siap melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat, kamu dan
pasangan harus mulai terbuka soal keuangan.

[Baca Juga: Ini Perhitungan Realistis Biaya Pernikahan Jika Diadakan di Pihak Wanita]

 

Dengan terbuka soal keuangan, kamu bisa tahu kondisi keuangan masing-masing dan membuat rencana keuangan yang lebih baik.

Kamu juga bisa menentukan penanggung jawab keuangan dalam hubungan rumah tangga nanti.

Siapa yang membayar apa dengan uang siapa. Semua ini akan jauh membantu keuanganmu dan pasangan.

Dengan demikian tidak akan terjadi mis-kom, karena kamu dan pasangan gagal membagi tugas dan menentukan tanggung jawab dengan benar.

Perlu kamu ketahui, tidak perlu ragu
memberikan seluruh kewajiban pada satu orang. Sebenarnya sah-sah saja
jika satu orang memiliki peran keuangan yang lebih dominan, asal
pasangannya juga berada di jalan yang sama dan tidak menambah beban
pengatur keuangan itu.

Dengan pembagian tugas dan kewajiban yang jelas, maka secara tidak langsung pengaturan keuangan akan berjalan dengan lebih baik.

Bayangkan saja sebuah perusahaan, di
mana setiap orang memiliki tanggung jawabnya dengan batasan yang jelas.
Tentunya akan lebih baik daripada perusahaan tanpa pembagian tugas
bukan?

 

Keuangan Sehat bisa Menjadi Milikmu dan Pasangan

Jangan pernah berpikir bahwa memiliki keuangan sehat saat pacaran itu mustahil.

Intinya, keterbukaan dan komunikasi keuangan dalam hubungan adalah kunci utama.

Jangan pernah ragu untuk memberitahu
pasangan saat ada kenaikan gaji, dan jangan pula menutupi utang masa
lalu yang masih kamu miliki hingga menikah.

Memang terbuka soal keuangan terkadang
sulit bagi beberapa orang. Banyak yang merasa malu jika keuangannya
diketahui oleh pasangan, terlebih bila yang bersangkutan memiliki banyak
utang.

Seseorang cenderung menghindari
penilaian buruk dari orang lain, dan salah satu caranya adalah dengan
menyembunyikan fakta yang buruk tersebut.

Namun kamu bisa bekerja sama dengan
pasangan untuk menyelesaikan utang dengan lebih baik dan lebih cepat.
Bagaimanapun, dua kepala lebih baik daripada hanya satu bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *