Menkominfo Jelaskan Bagaimana 5G Akan Berjalan di DKI

Foto: iStockphoto

Teknologi.id – Terdapat enam lokasi perdana di
Indonesia yang nantinya dapat menikmati layanan 5G. Jakarta merupakan salah
satu dari keenam wilayah tersebut. Setidaknya, itu yang diungkapkan Menteri
Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.

“Lokasi di Jakarta antara lain
perumahan Kelapa Gading, Pondok Indah, Pantai Indah Kapuk, Widya Chandra,”
ucap Johnny.

Ada juga wilayah lain di luar DKI
Jakarta yang disebut bakal mendapat layanan 5G. Wilayah tersebut yakni di
Provinsi Banten antara lain Bumi Serpong Damai (BSD) dan Alam Sutera.

Johnny juga menjelaskan rencana
Telkomsel dalam menyediakan layanan 5G di luar DKI Jakarta dan Banten. Yakni di
Batam, Medan, Solo, Bandung, Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Balikpapan.

Melalui Kemenkominfo, pemerintah membeberkan
denah lokasi yang direncanakan bakal tersedia layanan internet generasi ke 5
atau 5G, salah satunya di DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Baca juga: 5G Segera Diresmikan, Pengguna Harus Ganti Kartu SIM Baru?

Hal tersebut dibeberkan langsung oleh
Johnny. Ia mengatakan rencana itu akan terealisasi jika Telkomsel selesai dan
dinyatakan lulus seluruh proses Uji Laik Operasi (ULO) teknologi 5G.

“Apabila seluruh proses ULO
teknologi 5G oleh Telkomsel ini sudah selesai dan dinyatakan lulus, Telkomsel
pada tahap awal merencanakan akan melakukan launching di Jakarta di 6
lokasi,” ucap Johnny.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku,
setiap operator seluler yang akan memberikan layanan seluler berteknologi baru
wajib untuk melakukan ULO, agar dipastikan layanan seluler kepada masyarakat
telah memenuhi kualitas layanan yang memadai.

Disinggung soal spektrum frekuensi
radio yang akan digunakan layanan 5G, kata Johnny, hal itu diserahkan kepada
masing-masing operator seluler.

“Pita frekuensi radio yang
direncanakan akan digunakan Telkomsel untuk teknologi 5G ini menggunakan pita
frekuensi radio 2,3 GHz untuk data plane dan pita frekuensi radio 1800 MHz
untuk control plane,” ujar Johnny.

Johnny mengungkapkan, operator seluler dapat
menggunakan pita frekuensi radio eksisting yang telah dimiliki, karena hal ini
merupakan prinsip dari teknologi netral.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *