Monumen Perang Tertua di Dunia Ditemukan, Isinya Tak Terduga

Foto: Arce

Teknologi.id – Melihat piramida di Mesir merupakan hal yang biasa
namun baru-baru ini tim arkeolog menemukan gundukan makam besar berbentuk
piramida yang menampung 30 tentara di Suriah.

Makam tersebut bisa menjadi
monumen perang tertua yang pernah ditemukan, setidaknya berusia 4.300 tahun.

“Temuan ini menunjukkan
bahwa orang-orang kuno menghormati mereka yang tewas dalam pertempuran, seperti
yang kita lakukan saat ini,”

Kata Anne Porter, profesor Near
and Middle Eastern Civilizations di University of Toronto, dikutip dari Suara
hari Selasa 01 Juni 2021.

Monumen itu terlihat seperti piramida
bertingkat Djoser di Mesir, hanya saja monumen itu terbuat dari tanah dan
gypsum, bukan batu.

Makam kuno yang terletak di kota
Saqqara itu, 32 km dari Kairo, menampilkan penggambaran yang terinspirasi dari
Piramida Giza terdekat.

Baca juga: Naskah Berusia 3.500 Berhasil Ungkap Rahasia Mumifikasi

Lukisan tersebut dilukis dengan
resin khusus yang menjaga warna mereka selama ribuan tahun.

Dikutip dari Kompas, makam itu
dibangun untuk bangsawan bernama Khuwy, yang hidup pada masa Dinasti Kerajaan
lama antara tahun 2686 hingga 2181 SM.

Sebagai informasi, seni membuat
piramida telah disempurnakan pada Dinasti Keempat. Para ahli percaya temuan ini
memberi pemahaman baru tentang piramida itu sendiri.

Meskipun situs tersebut digali
pertama kali antara 1988 dan 1999 oleh tim yang dipimpin Porter dan Thomas
McClelland, para peneliti belum memahami tujuannya hingga sekarang.

Para ahli menemukan bahwa
mayat-mayat itu dikebumikan dengan cermat, meski sebagian besar usia dan jenis
kelaminnya tidak dapat diidentifikasi.

Mayat yang dapat diidentifikasi
adalah lelaki dan berkisar dari orang dewasa hingga yang berusia 8 hingga 10
tahun.

Belum diketahui apa alasan yang
jelas mengapa anak berusia 8 hingga 10 tahun dikuburkan dalam monumen perang.

Baca juga: Ini Rekonstruksi Wajah Raja Firaun yang Dinilai Akurat

Tulang-tulang mayat itu
kemungkinan besar telah digali dan dikuburkan kembali di monumen peringatan
tersebut.

Beberapa jasad dimakamkan dengan
kunga atau jenis keledai untuk menarik kendaraan. Tim menduga prajurit tersebut
mungkin bertugas sebagai pengemudi gerobak.

Selain itu, tim juga menemukan
pelet yang terkubur di dekat beberapa jasad. Orang kuno sering menggunakan
pelet yang ditembakkan dari umban sebagai senjata kuno.

Selain makam, para arkeolog juga
menemukan sebuah prasasti pada kolom granit yang didedikasikan untuk Ratu
Setibhor, istri Raja Djekare Isesi, firaun terakhir dari Dinasti Kelima yang
dimakamkan di piramida dekat Saqqara.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *