Fakta Menarik Biaya Kuliah Tunggal & Uang Kuliah Tunggal

Foto : Okezone

Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal

Sudah 6 tahun pemerintah memberlakukan
Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Perguruan
Tinggi Negeri (PTN).

Apakah dengan berlakunya sistem BKT dan UKT ini biaya kuliah di PTN lebih murah? Jawabannya, Ya!

Adanya BKT dan UKT, PTN tidak diperbolehkan memungut uang pangkal dan uang-uang lainnya dari mahasiswa.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

 

#1 Biaya Kuliah Tunggal (BKT)

Biaya Kuliah Tunggal merupakan keseluruhan biaya operasional setiap mahasiswa per semester pada suatu program studi.

Dengan demikian, BKT adalah biaya kuliah asli yang seharusnya dikeluarkan oleh mahasiswa.

Perhitungan BKT ditentukan oleh masing-masing PTN yang dikurangi dana bantuan dari pemerintah.

Perhitungan BKT memiliki formula tertentu yaitu:

BKT= C x K1 x K2 x K3

 

Keterangan:

C = Biaya kuliah basis (dihitung dari data yang ada di PTN)

K1 = Indeks program studi

K2 = Indeks mutu PTN

K3 = Indeks Kemahalan

[Baca Juga: 6 Rekomendasi Asuransi Pendidikan yang Menguntungkan!]

 

#2 Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Uang Kuliah Tunggal merupakan sebagian dari BKT yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonomi.

UKT adalah sistem pembiayaan kuliah,
di mana uang gedung, SPP, uang almamater, uang praktikum, dan penunjang
lainnya dilebur menjadi satu dan dibagi rata dalam delapan semester.

Dengan demikian, biaya UKT adalah nilai BKT yang sudah mendapatkan subsidi oleh pemerintah.

Skema BKT dan UKT

Perguruan Tinggi Negeri umumnya membedakan biaya kuliahnya berdasarkan program pendidikan dari jenjang yang ditempuh.Program yang dimaksud adalah program Reguler dan program Non-Reguler atau program Paralel 

#1 Program Reguler

Program Reguler biasanya menjaring mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN.

PTN diwajibkan untuk menetapkan BKT
dan UKT sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013.

 

Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 04 Skema Biaya Pendidikan - Finansialku

 

#2 Program Non-Reguler atau Paralel

Program Paralel menggunakan jalur Seleksi Mandiri di masing-masing Universitas.

Biaya pendidikan di program ini biasanya murni kebijakan masing-masing kampus.

Umumnya, biaya pendidikan untuk Program Non-Reguler lebih mahal dibandingkan biaya pendidikan di Program Reguler.

Keduanya Diatur oleh Pemerintah

Sudah sejak tahun ajaran 2013/2014,
pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang sangat menguntungkan bagi
para calon mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Negeri.

Peraturan Pemerintah yang tertuang
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 55
Tahun 2013 tanggal 23 Mei 2013, menggarisbawahi antara lain:

  1. Biaya Kuliah Tunggal (BKT) digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa masyarakat dan pemerintah.
  2. Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan
    sebagian biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa
    berdasarkan kemampuan ekonominya.
  3. Perguruan Tinggi Negeri tidak boleh
    memungut uang pangkal dan uang pungutan lain selain uang kuliah tunggal
    dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma mulai tahun
    akademik 2013-2014.
  4. Uang Kuliah Tunggal berdasarkan
    kelompok kemampuan ekonomi masyarakat yang dibagi dalam 5 (lima)
    kelompok dari yang terendah hingga yang tertinggi, yaitu kelompok I, II,
    III, IV, dan V.

[Baca Juga: Checklist Dana Pendidikan: Uangnya Udah Siap Belum?]

 

Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti
no. 272/E1.1/KU/2013: tentang kisaran tarif UKT (Uang Kuliah Tunggal)
penjelasan mengenai kelompok I, II, III, IV, dan V sebagai berikut:

  1. Tarif UKT kelompok yang paling rendah
    (Kelompok I) rentangnya yang bisa dijangkau oleh masyarakat tidak mampu
    (misal: kuli bangunan, tukang becak, dll) misal Rp0 s.d. Rp500.000.
  2. Paling sedikit ada 5% dari total mahasiswa yang diterima membayar UKT Kelompok I.
  3. Untuk Kelompok III s.d V
    masing-masing membayar UKT sesuai dengan kemampuan ekonominya, di mana
    Kelompok V merupakan kelompok dengan UKT tertinggi sesuai dengan program
    studi masing-masing.
  4. Paling sedikit ada 5% dari total mahasiswa yang diterima membayar UKT Kelompok II dengan rentang Rp 500.000 s.d. Rp 1.000.000.

 

Rencanakan Sejak Dini

Kendati biaya kuliah di PTN sudah “diringankan” dengan adanya BKT dan UKT, tetapi biaya pendidikan harus tetap direncanakan ya.

Untuk merencanakan biaya pendidikan dengan mudah dan praktis, kamu bisa memanfaatkan Aplikasi Finansialku yang bisa diunduh melalui Google Play Store.

Langkahnya mudah, berikut video tutorialnya:

 

Selain membantu merencanakan biaya
pendidikan, aplikasi ini juga bisa bantu menata keuanganmu melalui
perencanaan keuangan, pencatatan keuangan sehari-hari, pembuatan
anggaran keuangan bulanan, hingga mengecek kesehatan finansialmu juga.

Yuk lakukan sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *