Kominfo Akan Bangun 4.200 BTS di Indonesia

Foto: Wallpaper Better

Teknologi.id – Kominfo baru saja mengungkapkan rencananya
untuk membangun infrastruktur guna mempercepat transformasi digital Indonesia.
Salah satunya dengan membangun 4.200 Base Transceiver Station (BTS) di tahun 2021
ini.

“Di tahun 2021 Kementerian
Kominfo akan menyelesaikan pembangunan 4.200 BTS, saat ini sedang dalam proses
konstruksi, dan dilanjutkan di tahun 2022 sebanyak 3.704 BTS baru,” ucap Menkominfo
Johnny G Plate.

Johnny berharap di tahun 2023 nanti BTS
dapat terbangun sebanyak 9.586 BTS. Selain itu ia juga mengatakan Palapa Ring pada
tahun 2021 memiliki total jaringan sepanjang 12.229 kilometer.

Soal penyediaan internet, Johnny
mengatakan saat ini di Indonesia sudah ada 4.574 titik. Data itu melengkapi
11.817 titik akses internet yang telah tersedia sebelumnya.

Baca juga: Situs McDelivery Error, Sulit Pesan Menu BTS Meal

Ia mengatakan di tahun 2022 akan
dilakukan penggelaran akses 22.000 titik secara masif dan terus meningkat tiap
tahunnya, hingga tersedia 78.391 titik akses internet pada akhir tahun 2024.

Berkaitan dengan optimasi pemanfaatan
Palapa Ring tahun 2022, kata dia, akan dilakukan integrasi Palapa Ring dengan
usulan jaringan sepanjang 12.083 kilometer.

“Konstruksi dan pergelaran yang
akan dilakukan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 meliputi nilai total
capital expenditure sekitar Rp8,6 triliun dengan kebutuhan anggaran Rp3,5
triliun untuk tahun 2022 dan Rp5,1 triliun di tahun 2023,” ucapnya.

Sedangkan untuk penyediaan kapasitas
satelit, Johnny menjelaskan saat ini tengah tersedia dan beroperasi satelit
berkapasitas 21 gigabyte per second.

Untuk ke depan, ia mengatakan tahun
ini akan menambah kapasitas sebesar 9 Gbps, dan pada tahun 2022 dilakukan
penambahan sekitar 7 Gbps. Lalu pada tahun 2024 akan tersedia kapasitas satelit
sekitar 117 gigabyte per second.

Selain itu, ia juga menjelaskan nasib
Analog Switch Off (ASO) yang merupakan program digitalisasi penyiaran pada 2
November 2022. Salah satu yang disiapkan dengan mendorong penyiaran lewat
penyediaan peralatan di 15 wilayah, yang belum melakukan penyelenggaraan
penyiaran multipleksing.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *