Pahami Dulu Cara Kerja Asuransi Pendidikan Sebelum Membeli

Foto : Qoala App

Mengapa Asuransi Pendidikan dan Apa Manfaatnya?

Perencanaan masa depan merupakan salah
satu hal yang tidak boleh diabaikan oleh para orang tua. Salah satu
bekal masa depan yang dapat diberikan adalah melalui asuransi
pendidikan.

Asuransi pendidikan adalah
sebuah produk asuransi yang mana sebagai pemilik polis, Anda memiliki
kewajiban untuk membayar premi yang nantinya akan digunakan sebagai
jaminan biaya pendidikan untuk anak Anda (pihak terjamin) sekaligus
berguna layaknya asuransi jiwa bagi anak Anda.

Apabila, terjadi sesuatu pada Anda,
misalnya meninggal dunia, maka anak Anda akan berhak atas uang
pertanggungan dan dana asuransi tetap akan diberikan tanpa ada keharusan
pembayaran premi.


[Baca Juga: Rekomendasi Asuransi Pendidikan Anak]

 

Alasan Pentingnya Asuransi Pendidikan Anak

Terdapat beberapa alasan mengapa asuransi pendidikan penting untuk anak.

  1. Asuransi pendidikan dapat bertindak sebagai perencanaan masa depan anak.
  2. Memberikan rasa aman pada Anda dan anak
  3. Anda tidak perlu khawatir dengan kenaikan biaya pendidikan.

 

Biaya pendidikan yang selalu naik setiap tahunnya memang menjadi salah satu permasalahan yang sulit untuk diselesaikan.

Walaupun kini sudah banyak bantuan
dana dari pemerintah di dunia pendidikan, namun masih saja banyak orang
tua yang belum mampu menyekolahkan anak-anak mereka dengan layak.

Sebenarnya permasalahan memiliki
sejumlah jalan keluar. Namun, kembali kepada pihak yang terlibat apakah
mau atau tidak untuk mempelajarinya.

 

Apa Jenis Asuransi Pendidikan di Indonesia?

Jenis asuransi pendidikan di Indonesia adalah asuransi pendidikan dwiguna (atau juga disebut endowment) yang merupakan gabungan dari asuransi berbasis investasi dan proteksi.

Asuransi pendidikan ini juga disebut dengan nama asuransi pendidikan unitlink.

Pada bagian investasi, perusahaan
asuransi akan menginvestasikan sebagian dana dari premi yang Anda bayar
ke beberapa instrumen investasi.

Unit investasi ini akan kemudian dikelola oleh Manajer Investasi.

Hasil yang didapatkan dari investasi
ini akan digunakan untuk mendanai biaya asuransi dan biaya lainnya
dengan sisanya menjadi miliki tertanggung yang akan dicairkan dalam
bentuk dana pendidikan.

[Baca Juga: Para Orangtua, Pelajari Kriteria Asuransi Pendidikan Terbaik untuk Buah Hati Anda]

 

Satu hal yang sering tidak diketahui adalah biaya premi biasanya akan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Namun biasanya hal tersebut tidak
ditulis di dalam proposal karena kenaikannya akan dipotong dari unit
investasi yang Anda miliki.

Akan tetapi, setiap investasi pasti
memiliki risikonya. Terdapat risiko politik, risiko ekonomi, risiko
kredit, risiko likuiditas dan lainnya.

Pertumbuhan dan manfaat hasil investasi yang diilustrasikan di awal perjanjian polis pun tidak dijamin.

Manfaat investasi dapat lebih kecil atau lebih besar dari premi yang diinvestasikan.

Jika hal pertama terjadi, maka Anda
harus menanggung tambahan biaya karena hasil dana investasi tidak cukup
untuk menutup asuransi.

Jika Anda tidak membayar, maka hal tersebut sama dengan menutup polis.

 

Proteksi dalam asuransi pendidikan
diberikan untuk anak Anda. Jadi, ketika Anda meninggal dunia, mengalami
kecelakaan atau cacat tetap, anak tetap dapat bersekolah tanpa harus
memikirkan masalah biaya.

Selain itu, anak Anda pun akan diberikan uang santunan yang dapat digunakan untuk kebutuhan hidup lainnya.

Selain itu, perusahaan asuransi pasti akan menawarkan rider atau manfaat tambahan.

Sebenarnya manfaat tambahan ini
bukanlah keharusan, dan Anda dapat mempertimbangkannya dengan melihat
kebutuhan anak akan manfaat tersebut dan kemampuan finansial Anda.

 

Kapan Saya Harus Membeli Asuransi Pendidikan?

Sesuai dengan manfaatnya, yaitu
perlindungan, sedini mungkin Anda memberikan asuransi pendidikan kepada
anak Anda, akan semakin baik.

Asuransi pendidikan sudah dapat dibeli
ketika anak baru lahir. Untuk usia maksimal, harus disesuaikan dengan
kebijakan masing-masing perusahaan asuransi.

Biasanya batas maksimal usia anak adalah 12 hingga 15 tahun, sedangkan untuk orang tua pemilik polis batas maksimalnya adalah 60 tahun.

[Baca Juga: Sebenarnya, Asuransi Pendidikan Perlu Gak Sih untuk Si Buah Hati?]

 

Perbedaan di waktu Anda memulai asuransi pendidikan akan berdampak pada jumlah premi yang harus dibayar.

Jika Anda membeli asuransi pendidikan untuk anak pada usia dini, maka biaya premi yang harus dibayar akan lebih rendah.

Sebaliknya, jika anak mulai besar, maka biaya premi pun akan semakin tinggi.

 

Berapa Lama Periode dan Besar Biaya Premi Asuransi?

Jangka waktu asuransi dapat disesuaikan dengan keinginan masing-masing.

Biasanya periode asuransi berkisar antara 5, 10 atau 15 tahun. Dengan periode yang semakin lama, maka premi akan semakin murah, begitu pula sebaliknya.

Sedangkan untuk biaya premi asuransi, akan disesuaikan dengan jumlah uang pertanggungan yang Anda butuhkan.

Biaya premi ini harus sesuai dengan
kemampuan finansial masing-masing keluarga. Anda dapat mengecek simulasi
atau ilustrasinya pada artikel Ilustrasi Perhitungan Asuransi Pendidikan Anak.

 

Bagaimana Uang Pertanggungan Diberikan?

Uang pertanggungan akan diberikan kepada anak sesuai dengan jenjang pendidikan yang disetujui di awal perjanjian polis.

Jika pemilik polis memutuskan untuk
membeli asuransi untuk mendanai biaya kuliah anak, maka ketika anak
masuk ke jenjang kuliah, maka perusahaan asuransi akan membayarkan
sejumlah dana sesuai dengan ketentuan polis.

Dana ini adalah uang pertanggungan yang merupakan hak tertanggung.

Tidak hanya untuk biaya kuliah, tetapi
jika orang tua ingin membeli asuransi sebagai biaya sekolah dasar atau
menengah, maka perusahaan asuransi akan memberikan dana sesuai dengan
ketentuan di awal perjanjian.


[Baca Juga: Para Orangtua, Mari Kenali Untung Rugi Asuransi Pendidikan]

 

Di dalam cara kerja asuransi
pendidikan, biasanya jika pemilik premi meninggal dunia, cacat tetap
atau terkena penyakit kritis, maka pemilik polis akan mendapatkan
manfaat pembebasan premi.

Manfaat pembebasan premi berarti anak
Anda akan tetap dijamin pendidikannya sesuai dengan perjanjian asuransi
tanpa harus membayar premi bulanan.

Selain itu, pada asuransi pendidikan, juga terdapat sistem term life.

Jadi, ketika Anda meninggal atau
meninggal karena kecelakaan, maka anak Anda akan mendapatkan santunan
dengan jumlah sesuai dengan perjanjian polis. Mengenai term life dan perbedanaanya dengan whole life, Anda bisa baca artikel Asuransi Jiwa Term Life vs Whole Life.

 

Darimana Saya Dapat Membeli Asuransi Pendidikan?

Anda dapat bertanya langsung pada perusahaan asuransi yang memiliki reputasi cukup baik.

Selain itu, karena Anda akan berhadapan langsung dengan agen asuransi, maka pilihlah agen yang profesional atau Anda dapat bertanya kepada agen asuransi yang membantu teman atau keluarga Anda.

 

Beberapa perusahaan asuransi pendidikan anak terbaik yang direkomendasikan adalah:

  • Asuransi Allianz Indonesia.
  • AIA Indonesia.
  • Manulife Asuransi Indonesia.
  • Asuransi Prudential Indonesia.
  • Asuransi AXA Mandiri,
  • Asuransi Pendidikan Anak BRI
  • dan masih banyak lagi

 

Ingat! Beli Asuransi Sesuai dengan Kemampuan dan Kebutuhan

Jangan membeli asuransi dengan biaya
premi melebihi batas kemampuan keuangan, agar pembayaran tidak macet di
tengah jalan dan keuangan Anda tetap stabil.

Jika memang estimasi biaya yang telah
Anda hitung melebihi kemampuan Anda, maka carilah sekolah atau opsi
pendidikan lain dengan biaya yang lebih murah.

Selain itu, asuransi pendidikan harus
disesuaikan dengan keinginan anak. Jangan sampai Anda membatasi atau
melebihi potensi anak. Tidak lupa diskusikan dengan perencana asuransi Finansialku untuk mengetahui produk dan strategi yang cocok dalam memilih asuransi pendidikan.

 

Jika Anda ingin mempelajari lebih jelas mengenai hal ini, Anda bisa mendengarkan audibook ini GRATIS dari Finansialku.

Di dalamnya terdapat sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan pendidikan anak, seperti:

  • Kesalahan fatal orang tua dalam merencanakan dana pendidikan sehingga anak tidak dapat sekolah hingga sarjana.
  • Kisah orang tua yang akan menginspirasi Anda dalam merencanakan dana pendidikan anak.
  • Strategi memilih investasi yang cocok dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.
  • Bagaimana cara memulai merencanakan pendidikan anak?

 

Tunggu apalagi? Ayo lakukan sekarang juga! Bantu anak untuk meraih kesuksesan dengan menggapai cita-citanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *