Kenali 4 Tanda Bisnis Mengalami Kerugian

Untung rugi adalah dinamika yang pasti dalam dunia bisnis. Ada kalanya ketika bisnis kamu sedang naik-naiknya dan banyak dicari orang, ada saatnya pula bisnis kamu sepi pembeli dan produkmu tidak terjual banyak. Dinamika ini wajar ditemui dan tidak bisa dipisahkan dalam proses panjang kamu sebagai seorang pebisnis.

Sudah merupakan tugas kamu sebagai seorang pebisnis untuk coba mengatasi dan memperbaiki kerugian yang terjadi di bisnismu. Untuk itu, kamu perlu jeli melihat kondisi dan situasi yang menunjukkan bahwa bisnismu sedang terpuruk atau merugi. Tidak menyadari atau bahkan terlalu meremehkan situasi-situasi berikut ini akan membawa bisnismu semakin jatuh.

1. Pengeluaran Lebih Besar Daripada Pendapatan

Ini adalah situasi yang pasti terjadi yang menunjukkan bahwa bisnis kamu sedang rugi. Ketika pendapatan bisnismu tidak sanggup untuk menutupi semua pengeluaran, maka tentunya kamu tidak memiliki untung sepeser pun. Bisa dipastikan, neraca bisnismu sedang minus atau merugi. Ketika ini sudah terjadi, maka kamu harus segera putar otak untuk mencari cara-cara yang efektif dan jitu untuk membawa bisnismu kembali meroket.

2. Banyak Pegawai Mundur

Bisnismu sedang tidak dalam kondisi yang baik apabila banyak pegawai yang memutuskan mundur dari posisinya di dalam bisnismu. Ketika ini terjadi, maka kamu perlu banyak berefleksi dan menganalisa situasi yang terjadi. Apakah situasi kerja yang buruk menyebabkan pegawaimu tidak betah? Apakah tekanan atau beban kerja yang diberikan terlalu berlebihan? Dari sini, kamu bisa belajar agar ke depannya bisa menerapkan kebijakan yang lebih baik lagi dan melakukan pendekatan dengan setiap pegawaimu untuk mendengar keluh kesah dan masukan mereka terkait pekerjaan mereka. Memang hal-hal kecil, namun dengan begitu, kamu juga akan bisa meningkatkan kualitas hubunganmu dengan pegawai dan kepuasan mereka lebih baik lagi.

3. Arus Kas yang Melambat

Ciri-ciri lain yang menunjukkan bahwa bisnismu sedang merugi dan tidak baik-baik saja adalah melambatnay arus kas. Maksudnya adalah bahwa bisnismu sedang memiliki banyak persediaan yang tidak terpakai dan juga memiliki banyak tagihan yang harus dibayar saat jatuh tempo. Ketika kamu tidak mampu mengelola persediaan yang tidak keluar dan membayar setiap tagihan, bisnismu pasti akan segera terjun bebas. Oleh karena itu, kamu bisa coba menyajikan solusi-solusi seperti pemberian diskon atau memberikan promosi dalam berbagai bentuk agar arus kas lebih lancar lagi. Untuk kamu yang berbisnis secara fisik, bisa juga membuat toko online agar kamu bisa menjual persediaan barang secara lebih cepat dengan sarana yang mudah.

4. Pendapatan Terus Menurun

Pendapatan menurun dalah kondisi yang paling umum terjadi di dunia bisnis. Tetapi, jika pendapatan bisnismu menurun secara konstan dalam beberapa waktu terakhir, bisa dibilang itu adalah tanda bahaya. Terlebih lagi, jika kondisi ini diiringi dengan pengeluaran yang lebih besar dibandingkan dengan pendapatan. Bila ini terjadi, segeralah evaluasi bisnis kamu secara besar-besaran. Cari tahu letak kesalahan dalam setiap proses bisnis yang kamu jalani dan coba cari jalan keluar terbaik untuk tiap masalah. Kamu juga harus coba untuk memutar otak dalam mendongkrak penjualan lewat pemasaran yang lebih tepat dan kamu bisa menciptakan produk-produk baru yang bisa mengundang pelanggan untuk kembali lagi mengunjungi bisnismu dan membeli produkmu.

Begitulah dinamika bisnis. Ibarat nakhoda kapal, kamu harus sadar akan setiap kesalahan atau kekurangan kecil yang bisa membuat kapalmu kehilangan arah atau bahkan tenggelam. Libatkan tim kamu dalam proses perbaikan bisnis. Bekerja dengan kamu sendiri sebagai satu kepala tidak akan membawa bisnismu kemana-mana, sebab kamu juga butuh masukan dari pegawai dan juga pelangganmu. Jangan sampai kamu asal ambil keputusan dan malah membuat bisnismu semakin tenggelam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *